BENGKULUTERKINI.ID – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan terus menunjukkan hasil positif.
Bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bengkulu, pemerintah telah menyalurkan berbagai program bantuan kepada sekitar 3.500 warga kurang mampu atau mustahik di Kota Bengkulu.
Ketua BAZNAS Kota Bengkulu, Habib Abdurahman Alkaf, mengatakan ribuan penerima manfaat tersebut merupakan hasil pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN) serta dukungan masyarakat melalui program Gerakan Sedekah Rp2 Ribu.
“Hingga saat ini, sekitar 3.500 warga Kota Bengkulu telah menerima berbagai bentuk bantuan dari Pemerintah Kota Bengkulu bersama BAZNAS. Program ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran pemerintah dan lembaga amil zakat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Habib Abdurahman Alkaf, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menyasar berbagai sektor penting untuk menjangkau seluruh kelompok penerima zakat (asnaf).
Sejumlah program yang telah dijalankan meliputi penyaluran paket sembako dan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, serta gula bagi kaum dhuafa, lanjut usia, janda lanjut usia, imam masjid, marbot, hingga guru mengaji.
Selain itu, BAZNAS juga memberikan bantuan biaya pengobatan dan alat kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, termasuk penyediaan alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Di bidang ekonomi, bantuan disalurkan dalam bentuk modal usaha, fasilitas sarana berdagang, hingga program pengembangan usaha mikro guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Sementara di sektor pendidikan, BAZNAS menyalurkan beasiswa bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu serta menggelar program santunan bagi anak yatim, termasuk melalui kegiatan Santunan Lebaran Yatim.
Keberhasilan menjangkau ribuan mustahik tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Bengkulu di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing.
Capaian itu dinilai tidak terlepas dari tingginya kepercayaan masyarakat yang terus berpartisipasi dalam Gerakan Sedekah Rp2 Ribu, sebuah program gotong royong sosial yang dijalankan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Habib Abdurahman Alkaf menilai, gerakan menyisihkan sebagian rezeki secara rutin bukan hanya membantu sesama, tetapi juga membentuk kebiasaan spiritual yang baik.
“Nilai sedekah tidak ditentukan oleh besar kecilnya nominal, melainkan oleh keikhlasan dan konsistensi. Ketika uang dua ribu rupiah dikumpulkan bersama-sama, nilainya dapat menjadi kekuatan besar untuk membantu masyarakat, mulai dari merenovasi rumah, membantu biaya pengobatan, hingga mendukung pendidikan anak-anak,” tuturnya.
Dengan pengelolaan dana yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas, Pemkot Bengkulu bersama BAZNAS optimistis jumlah penerima manfaat akan terus bertambah. Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat upaya mewujudkan Kota Bengkulu yang religius, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. (Firman)












