Membeli motor bekas bisa jadi pilihan ekonomis, namun perlu ketelitian ekstra. Kondisi motor bekas sangat beragam, sehingga Anda perlu memastikan unit yang dipilih benar-benar layak pakai. Tanpa kehati-hatian, Anda bisa menyesal di kemudian hari karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan.
Berikut adalah beberapa ciri-ciri motor bekas yang sebaiknya Anda hindari saat ingin membelinya:
1. Tampilan dan Kondisi Fisik yang Buruk
Kondisi fisik motor adalah hal pertama yang harus Anda periksa. Hindari motor dengan tampilan yang buruk, seperti bodi retak, berkarat, cat pudar, atau terkelupas. Meskipun tampilan luar tidak selalu mencerminkan kinerja mesin, kondisi fisik yang tidak terawat bisa menjadi cerminan bahwa pemilik sebelumnya tidak merawat motor dengan baik secara menyeluruh, termasuk bagian dalamnya.
Selain itu, perhatikan juga tanda-tanda perbaikan yang dilakukan secara asal-asalan atau modifikasi yang tidak sesuai standar. Perbaikan yang kasar bisa mengindikasikan bahwa motor pernah mengalami masalah serius atau kecelakaan di masa lalu.
2. Kilometer Tinggi yang Tidak Wajar
Perhatikan riwayat penggunaan motor dengan melihat angka kilometer pada odometer. Bandingkan angka tersebut dengan usia motor. Jika kilometer sangat tinggi dan tidak sebanding dengan usianya, hal itu bisa menunjukkan bahwa motor sering digunakan untuk perjalanan jauh atau operasional berat, yang berpotensi menyebabkan keausan lebih cepat pada komponen mesin.
Selalu minta bukti riwayat perawatan dan servis lengkap dari penjual. Riwayat yang tidak jelas atau tidak ada sama sekali menjadi pertanda bahwa motor tidak dirawat dengan baik. Jangan ragu untuk menanyakan langsung kepada penjual apakah motor pernah mengalami kecelakaan, kerusakan besar, atau turun mesin.
3. Mesin Bergetar atau Berisik
Saat melakukan test drive, perhatikan baik-baik fungsi mesin. Mesin yang bergetar tidak wajar atau mengeluarkan suara berisik bisa jadi tanda adanya masalah serius. Bunyi yang tidak biasa atau getaran kuat saat mesin menyala atau dikendarai dapat mengindikasikan komponen mesin yang aus, seperti piston atau katup yang bocor.
Periksa juga apakah motor sulit dinyalakan. Jika ya, bisa jadi ada masalah pada sistem pengapian atau sistem bahan bakar.
4. Harga yang Terlalu Murah
Jangan mudah tergiur dengan penawaran harga yang jauh di bawah pasaran. Harga terlalu murah bisa menjadi indikasi ada sesuatu yang tidak beres dengan motor tersebut, seperti masalah tersembunyi yang tidak disampaikan oleh penjual.
Pastikan untuk membandingkan harga dengan pasaran dan memeriksa semua kondisi motor secara menyeluruh sebelum membuat keputusan. Dengan inspeksi yang teliti, Anda bisa mendapatkan motor bekas dengan kualitas baik dan harga yang wajar.