BENGKULUTERKINI.ID – Empat jamaah haji asal Kabupaten Bengkulu Selatan saat ini masih berada di Madinah dan tengah menjalani rangkaian ibadah awal, termasuk shalat arbain selama delapan hari.
Meski berada di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi, kondisi para jamaah dilaporkan tetap stabil dan mampu menjalankan ibadah dengan baik di bawah pengawasan petugas.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, H. Midi Saherman, S.Ag., M.HI, mengatakan para jamaah saat ini masih fokus melaksanakan shalat arbain, yakni 40 waktu shalat berjamaah di Masjid Nabawi.
Setelah menyelesaikan rangkaian tersebut, para jamaah dijadwalkan akan bertolak ke Mekkah sekitar 6 atau 7 Mei 2026 untuk melaksanakan ibadah umrah sebelum memasuki puncak haji di Arafah.
“Jamaah kita saat ini masih di Madinah menjalankan shalat arbain. InsyaAllah dalam waktu dekat akan bergerak ke Mekkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah,” ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca di Mekkah saat ini cukup ekstrem dengan suhu mencapai 40 derajat Celcius. Karena itu, kesehatan jamaah menjadi perhatian utama petugas.
Para jamaah diimbau untuk tidak beraktivitas di luar ruangan tanpa pengawasan, guna menghindari risiko gangguan kesehatan yang dapat menghambat pelaksanaan ibadah.
“Cuaca di sana cukup panas, sehingga jamaah harus benar-benar menjaga kondisi fisik dan mengikuti arahan petugas,” tambahnya.
Dari empat jamaah asal Bengkulu Selatan, satu orang tergabung dalam kloter 4 dan tiga lainnya di kloter 5. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi sehat dan mampu mengikuti rangkaian ibadah.
Mengingat mayoritas jamaah merupakan lanjut usia, panitia juga telah berkoordinasi dengan keluarga untuk menyiapkan kursi roda guna mendukung mobilitas selama di Tanah Suci.
Bahkan, satu jamaah telah menggunakan kursi roda untuk membantu aktivitas ibadah, terutama saat menjalani tawaf dan rangkaian haji lainnya yang membutuhkan stamina fisik.
Meski demikian, tim medis tetap melakukan pemantauan secara rutin guna memastikan kondisi jamaah tetap terjaga.
“Harapan kita, seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta berkumpul kembali dengan keluarga,” tutup Midi. (Renald)












