BENGKULUTERKINI.ID – Salah satu kekhawatiran para ibu-ibu di rumah saat belanja ayam dipasar adalah daging ayam yang sudah mati kemarin bahkan sudah membusuk namun masih diperjual belikan. Oleh karena itu, agar tidak tertipu dengan penjual ayam nakal, Anda perlu manyimak artikel berikut ini.
Ayam tiren atau dikenal juga dengan istilah “mati kemaren” masih banyak diperjualbelikan di pasar-pasar tradisional.
Bahkan dengan tipu muslihat, para pedangan melakukan segala cara agar ayam tetap laku dengan mencampurnya bersama bahan-bahan kimia agar tetap terlihat segar.
Namun, pastikan Anda tidak tertipu dengan ayam tiren yang tidak layak dikonsumsi. Berikut ciri-ciri ayam tiren yang perlu diketahui.
Ciri-ciri Ayam Tiren
Ayam tiren adalah istilah yang digunakan untuk menyebut jenis daging ayam yang telah kedaluwarsa atau tidak layak lagi dimakan.
Ayam yang dijual sebagai bahan makanan harus melalui proses penyembelihan dan pemotongan. Namun, ayam tiren sudah lebih dulu mati tanpa melalui proses penyembelihan.
Hal ini membuat daging ayam tiren terkontaminasi lebih banyak bakteri penyebab penyakit dan kualitas daging, baik jenis ayam negeri maupun kampung, pun tidak segar dan berbau.
Agar tidak salah memilih, berikut ini ciri-ciri daging ayam tiren yang harus diperhatikan berdasarkan warna, aroma, tekstur, dan tampilan daging yang dikutip dari laman alodokter.com.
1. Warna daging
Salah satu ciri utama ayam tiren yang cukup mencolok adalah warna dagingnya. Daging ayam tiren cenderung berwarna putih pucat, tidak terlihat kemerahan.
Selain itu, daging ayam tiren tampak kebiru-biruan. Bercak-bercak merah yang ada malah tampak seperti memar, biasanya terlihat jelas di bagian kepala dan leher daging ayam.
Jika ayam telah membusuk, warna dagingnya pun akan tampak lebih kusam disertai dengan bau amis yang menyengat.
2. Tekstur daging
Ciri kedua, daging ayam yang sudah tidak layak dikonsumsi juga bisa dilihat dari teksturnya. Ketika akan membeli, coba pegang daging dan perhatikan kekenyalan dan kehalusannya.
Tekstur daging ayam tiren biasanya tampak lebih lunak atau lembek dibandingkan dengan daging ayam yang segar.
Saat disentuh, ayam tiren juga terasa lebih lengket dan berlendir. Daging ayam juga cenderung kaku dan tidak elastis.
3. Aroma
Ciri ayam tiren selanjutnya dapat diketahui dari aromanya. Daging ayam mentah umumnya memiliki bau yang amis.
Namun, bau amis pada daging ayam tiren biasanya jauh lebih menyengat, bahkan aroma yang tercium mendekati bau busuk.
Jika daging ayam yang dibeli di pasar kemarin berubah baunya menjadi amis, hindari memasaknya karena ayam tersebut sudah tidak layak konsumsi.
4. Perhatikan bagian leher daging ayam
Ketika Anda membeli daging ayam utuh, coba perhatikan bagian leher atau urat nadi ayam.
Ayam tiren biasanya memiliki bekas potongan yang tidak lebar dan tampak rapi karena disembelih dalam keadaan ayam sudah mati.
Ciri ayam tiren juga bisa dilihat dari tidak terpotongnya saluran di leher, yakni saluran napas dan saluran pencernaan.
- Perbedaan ayam tiren dan ayam segar
Daging ayam segar berwarna merah muda atau kekuningan, sedangkan warna daging ayam tiren cenderung pucat.
Selain itu, daging ayam segar lebih elastis dan bekas sembelihan tampak terbuka lebar, sedangkan bekas sembelihan ayam tiren lebih sempit dan rapi.
5. Pori-pori daging ayam
Ciri ayam tiren juga dapat dilihat dari pori-pori kulitnya. Daging ayam yang sudah tidak segar lagi biasanya memiliki pori-pori bekas pencabutan bulu yang tampak lebih besar dan tidak menutup rapat.
Selain itu, kulit daging ayam tiren cenderung licin dan terlihat mengilap dibandingkan dengan jenis daging ayam yang segar.
Nah, sudah tahukan bagaimana membedakan ayam tiren dan ayam segar. Dengan mengetahui ciri aayam tiren yang sudah dijelaskan di atas Anda bisa lebih berhati-hati jika membeli ayam di pasar-pasar tradisional, pasalnya yang menjual ayam tiren tidak hanya satu penjual saja.












