BENGKULUTERKINI.ID – Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui fokus utama pada sektor infrastruktur di tahun 2026.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap program pemerintah tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup warga.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, menyampaikan bahwa arah pembangunan tersebut selaras dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu yang telah disampaikan kepada masyarakat.
Menurutnya, fokus pada infrastruktur merupakan wujud konkret dari komitmen pemerintah dalam merealisasikan janji politik secara terukur dan berkelanjutan.
“Tahun 2026 kita diarahkan untuk menyelesaikan program-program prioritas yang menjadi visi dan misi kepala daerah. Ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pembangunan,” ujar Medy.
Dalam implementasinya, Pemkot Bengkulu menetapkan tiga pilar utama sebagai fokus pembangunan infrastruktur. Pertama, program penyediaan 1.000 jalan mulus yang menyasar berbagai wilayah kota guna meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat.
Kedua, optimalisasi penerangan jalan umum (PJU) demi menciptakan rasa aman dan nyaman, khususnya pada malam hari. Ketiga, pengembangan sektor pariwisata yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Medy menegaskan, seluruh kebijakan tersebut disusun melalui proses perencanaan yang matang dan partisipatif. Pemerintah tidak hanya mengandalkan kajian teknis dari tim perencana daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi serta memetakan kebutuhan riil masyarakat.
“Setiap langkah yang diambil berangkat dari kondisi nyata di lapangan. Kami ingin memastikan anggaran yang digunakan benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak maksimal,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan waktu, Pemkot Bengkulu tetap optimistis mampu menjalankan program secara efektif melalui penentuan skala prioritas.
Sejumlah pekerjaan mendesak pun akan dipercepat, seperti pembangunan dan perbaikan drainase, penanggulangan banjir di titik rawan, peningkatan kebersihan lingkungan, hingga penataan pasar tradisional.
Di sisi lain, pemerintah memastikan sektor lain seperti kesehatan, pendidikan, dan sosial tetap berjalan. Namun, alokasi anggaran akan disesuaikan agar pembangunan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat dapat segera dituntaskan.
“Kami tidak meninggalkan sektor lain. Hanya saja, saat ini fokus utama adalah memastikan infrastruktur dasar terpenuhi dengan baik sebagai fondasi pembangunan ke depan,” tambah Medy.
Melalui kebijakan ini, Pemkot Bengkulu berharap pembangunan yang dilakukan tidak hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Dengan fondasi infrastruktur yang kuat, Kota Bengkulu optimistis mampu melangkah lebih maju dan berdaya saing di masa mendatang. (Firman)












