BENGKULUTERKINI.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Melalui program jemput bola, Dukcapil aktif turun langsung ke lapangan untuk melakukan perekaman KTP elektronik bagi warga yang mengalami keterbatasan, baik karena sakit, lanjut usia, maupun kondisi tertentu lainnya.
Terbaru, tim Dukcapil Kota Bengkulu melakukan perekaman KTP elektronik bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Jiwa Khusus Obat (RSJKO) Soeprapto Bengkulu.
Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan para pasien tetap memiliki identitas kependudukan yang sah dan dapat memperoleh hak-hak pelayanan publik secara maksimal.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Bengkulu, Widodo, mengatakan bahwa pelayanan jemput bola merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh warga negara mendapatkan hak administrasi kependudukan tanpa terkecuali.
Menurut Widodo, kepemilikan KTP elektronik sangat penting karena menjadi dasar dalam mengakses berbagai layanan pemerintah, mulai dari layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga administrasi lainnya.
Karena itu, pihaknya terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang tidak memungkinkan datang langsung ke kantor Dukcapil.
“Pelayanan jemput bola ini kami lakukan agar seluruh masyarakat, termasuk warga yang sakit, lansia, disabilitas maupun ODGJ tetap mendapatkan hak identitas kependudukan. Kami ingin memastikan tidak ada warga Kota Bengkulu yang terkendala administrasi hanya karena keterbatasan kondisi,” ujar Widodo.
Ia menjelaskan, selama ini Dukcapil Kota Bengkulu tidak hanya fokus melakukan pelayanan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan, tetapi juga rutin mendatangi rumah-rumah warga hingga wilayah pelosok di Kota Bengkulu.
Tim Dukcapil bahkan kerap turun langsung ke lingkungan permukiman untuk membantu warga yang mengalami sakit menahun, lumpuh, ataupun tidak memiliki kemampuan untuk datang ke kantor pelayanan. Dengan peralatan perekaman mobile, petugas dapat melakukan proses perekaman data secara langsung di lokasi.
Program jemput bola tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai sangat membantu, terutama bagi keluarga pasien dan warga kurang mampu.
Selain mempercepat kepemilikan dokumen kependudukan, pelayanan tersebut juga dinilai mampu memberikan kepastian administrasi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengurus KTP elektronik.
Widodo menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan kependudukan yang humanis dan responsif. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan anggota keluarga yang belum memiliki dokumen kependudukan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas Dukcapil.
Dengan pelayanan jemput bola yang terus digencarkan, Dukcapil Kota Bengkulu berharap seluruh masyarakat dapat terdata secara administrasi dan memperoleh akses yang sama terhadap berbagai program pelayanan pemerintah. (Firman)












