BENGKULUTERKINI.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov)Bengkulu berencana mengusulkan pemindahan makam Ibu Negara pertama Republik Indonesia, Fatmawati Soekarno, dari Jakarta ke tanah kelahirannya di Bengkulu. Wacana tersebut disiapkan sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok perempuan penjahit Sang Saka Merah Putih sekaligus tokoh penting dalam sejarah perjuangan bangsa.
Rencana itu dibahas dalam rapat pembentukan tim kajian yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (6/5/2026).
Khairil mengatakan, usulan tersebut merupakan arahan langsung Gubernur Bengkulu agar Fatmawati dapat dimakamkan di kampung halamannya sendiri.
“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami mengusulkan agar makam Ibu Fatmawati dipindahkan ke Bengkulu, tanah kelahiran beliau,” ujar Khairil.
Pemprov Bengkulu juga telah menyiapkan lokasi yang direncanakan menjadi tempat persemayaman baru Fatmawati, yakni di kawasan Taman Remaja Kota Bengkulu. Kawasan tersebut nantinya akan direvitalisasi menjadi pusat wisata sejarah dan ruang publik terpadu.
Tidak hanya menjadi lokasi makam, area tersebut juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti masjid, jogging track, hingga sentra UMKM yang diharapkan mampu menjadi destinasi wisata baru di Bengkulu.
“Area Taman Remaja akan dijadikan kawasan terpadu. Selain makam Ibu Fatmawati sebagai wisata sejarah, juga akan dibangun masjid, jogging track, dan pusat UMKM,” tambahnya.
Fatmawati Soekarno merupakan sosok perempuan bersejarah yang dikenal luas sebagai penjahit bendera pusaka Sang Saka Merah Putih. Ia juga merupakan istri Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Kisah pertemuan Fatmawati dan Soekarno bermula saat Bung Karno menjalani masa pengasingan di Bengkulu pada era penjajahan Belanda. Keduanya kemudian menikah pada 1 Juni 1943.
Bendera Merah Putih yang dijahit Fatmawati pada tahun 1944 selanjutnya menjadi simbol kemerdekaan bangsa dan pertama kali dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Perempuan yang lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923 itu memiliki nama asli Fatimah. Ia merupakan putri tunggal pasangan Hasan Din, tokoh Muhammadiyah Bengkulu, dan Siti Chodijah.
Fatmawati wafat di Malaysia pada 14 Mei 1980 dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Atas jasa dan perjuangannya bagi bangsa, Fatmawati Soekarno dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur melalui Keputusan Presiden Nomor 118/TK/2000.
Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah sebelumnya juga telah membangun Monumen Fatmawati di Kota Bengkulu, yang menjadi simbol penghargaan atas jasa perempuan inspiratif tersebut bagi Indonesia. (Anggi)












