BENGKULUERKINI.ID – Beberapa tahun terakhir, film horor domestik di Indonesia mengalami lonjakan yang signifikan. Genre ini makin mendominasi bioskop-bioskop lokal, menarik jutaan penonton, dan sering kali menduduki puncak box office.
Kira-kira apa yang membuat masyarakat Indonesia sangat menyukai film horor? Mengapa ketakutan, yang secara teori adalah sesuatu yang ingin dihindari, justru menjadi daya tarik kuat?
Mengutip dari laman RTL Today, pada 2024, dari 258 film yang diproduksi secara lokal, sekitar 60% adalah film horor. Film horor menyumbang 54,6 juta tiket terjual, atau sekitar 70% dari total penonton bioskop domestik pada tahun 2024.
Banyak film horor mengambil tema dari cerita rakyat, mitos, hantu lokal seperti pocong, kuntilanak, tuyul, atau dari fenomena klenik dan spiritual yang sudah sangat akrab dalam kehidupan masyarakat. Beberapa film juga mengambil inspirasi dari kisah nyata atau thread viral di media sosial, contoh film KKN di Desa Penari.
Alasan Kenapa Film Horor Sangat Diminati
Berdasarkan data dan wawancara para ahli, berikut beberapa faktor penyebab film horor sangat diminati:
1. Kedekatan budaya dan tradisi
Cerita tentang makhluk gaib, roh, kuntilanak, pocong, atau kisah spiritual sejak kecil sudah melekat dalam masyarakat. Orang tua sering menggunakan cerita hantu sebagai “peringatan” bagi anak. Akarnya sudah turun-temurun. Ketika unsur-unsur itu diangkat ke film, penonton merasakan keterhubungan emosional dan budaya.
2. Efek emosional dan pengalaman kolektif
Menonton horor di bioskop dengan layar besar, suara yang kuat, ruang gelap, dan reaksi penonton lain (teriakan, kejutan) bisa memperkuat pengalaman takut. Ada semacam “thrill” atau kepuasan emosional setelah rasa takut. Setelah penonton melewati ketegangan, muncul rasa lega atau relieved. Pengalaman itu bisa jadi hiburan tersendiri.
3. Biaya produksi relatif rendah vs potensi keuntungan tinggi
Film horor biasanya tidak memerlukan efek visual super mahal, lokasi mewah, bahkan kadang bisa dibuat dengan anggaran minimal. Karena untungnya bisa besar jika berhasil menarik audiens. Jadi production house lebih berani dan rajin memproduksi film horor.
4. Kekuatan narasi dan unsur lokal
Film yang menggunakan unsur-unsur lokal, mitos, adat, budaya setempat lebih mudah menarik simpati penonton karena terasa “milik kita sendiri”. Penonton merasa cerita horor itu bukan hanya fantasi asing, tapi sesuatu yang bisa terjadi dalam kehidupan nyata atau ada orang yang percaya hal itu.
5. Pemasaran dan media sosial
Banyak film horor menggunakan strategi pemasaran yang sangat efektif: teaser yang memancing rasa penasaran, rumor atau kisah “di balik layar” yang menyeramkan, pemanfaatan media sosial untuk viral, dan tanggal rilis yang strategis (liburan, setelah Ramadan, atau ketika orang keluar lebih banyak). Dyah*











