KOTA BENGKULU, BENGKULUTERKINI.ID – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII gelar aksi nyata. Mereka peringati Hari Bhakti PU ke-80 hari ini. Aksi bersih sungai dan tanam pohon dilakukan serentak. Lokasinya di kawasan Sungai Hitam, Kelurahan Beringin Raya.
Kegiatan ini melibatkan banyak pihak terkait. Ada unsur Forkopimda dan jajaran Pemkot Bengkulu. BWS Sumatera VII dan stakeholder ikut terlibat.
Walikota Bengkulu diwakili Plt Asisten III. Beliau adalah Sahat Marulitua Situmorang. Sahat apresiasi inisiatif dari BWS Sumatera VII. Kegiatan ini buktikan komitmen pusat dan daerah. Tujuannya jaga kelestarian lingkungan hidup.
“Kita pemerintah, baik pusat maupun daerah, sepakat untuk saling mendukung bagaimana menciptakan lingkungan hidup yang kembali hijau,” ujar Sahat.
Sahat menyoroti masalah sampah di sungai. Ia juga bahas soal masalah sedimentasi. Menjaga ekosistem hulu sungai sangat penting. Itu kunci utama atasi persoalan ini.
Sahat usul sungai dijadikan pusat publik. Tujuannya adalah tarik minat warga setempat.
“Tadi kita tawarkan mudah-mudahan Kementerian PU melalui Balai Sungai mencoba cara ini yakni lomba perahu dayung. Kemudian di daerah Kampung Melayu juga ada sungai yang bisa digunakan untuk perlombaan-perlombaan,” ungkapnya.
Sahat yakin sungai akan terawat bersih. Caranya dengan menjadikannya pusat kegiatan.
“Kalau itu sudah menjadi perlombaan dan banyak kunjungan, otomatis warga ikut serta menjaga supaya tidak banyak sampah. Kalau bisa airnya bersih, bisa dipakai untuk kepentingan lain,” tambahnya.
Kepala BWS Sumatera VII, Wiel Mushawiry Suryana, menjelaskan. Aksi ini nyata jaga kelestarian lingkungan. Program ini serentak di 38 provinsi Indonesia. Ini bentuk komitmen bersama yang kuat.
BWS tanam simbolis sekitar 50 pohon kelapa. Lokasinya berada di area Sungai Hitam. Penanaman akan berlanjut di titik lain dengan pohon juga akan beragam.
“Pohon kelapa yang ditanam ada sekitar 50, tetapi ada juga di tempat-tempat lain dan berbagai jenis pohon lainnya,” jelas Wiel.
Wiel imbau warga jaga kebersihan sungai. Ia soroti bahaya sampah plastik sulit terurai. Sampah plastik ancam ekosistem sungai.
“Mari kita jaga sungai sebagai salah satu sumber air, sumber kehidupan. Jangan buang sampah ke sungai, apalagi sampah yang susah terurai seperti plastik,” pesannya.(FIRMAN T)












