BENGKULUTERKINI.ID – Apakah Anda pernah atau bahkan sering mengalami anemia? Anemia adalah salah satu kelainan darah yang membuat Anda mudah lelah, pusing, dan pucat.
Namun sayang, gejala anemia sering disalahpahami sebagai tanda penyakit lain sehingga tidak sedikit orang menyadari mereka memilikinya.
Oleh karena itu, bagi Anda yang sering mengalami anemia sebaiknya mengetahui penyebannya akan membantu Anda mencegah penyakit tersebut.
Lantas, apa yang menjadi penyebab anemia? Yuk cari tahu jawabannya pada ulasan di bawah ini.
Anemia adalah masalah kesehatan yang sangat umum. Kondisi yang juga dikenal dengan kurang darah ini terjadi setidaknya pada lebih dari 1,6 miliar orang di dunia.
Wanita, baik yang remaja maupun dewasa, serta orang-orang dengan penyakit kronis tertentu memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kondisi ini.
Ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi cukup sel darah merah sehat sesuai batas jumlah semestinya adalah penyebab utama anemia.
Pada kebanyakan kasus, penyebab kekurangan sel darah merah yang menandakan anemia adalah kurangnya kadar hemoglobin dalam darah.
Hemoglobin adalah protein khusus yang bertugas mengikat oksigen dan nutrisi penting pada sel-sel darah merah untuk kemudian dialirkan ke seluruh tubuh. Protein ini juga berfungsi memberikan warna merah pada darah.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat beberapa hal yang menyebabkan kondisi anemia berikut diantaranya;
1. Kurang asupan gizi
Kurangnya asupan gizi menjadi salah satu penyebab anemia yang paling umum dan sering kali tidak di sadari oleh sebagian orang. Dengan mencukupi asupan nutrisi sehar-hari Anda dapat membantu tubuh dalam mencegah anemia terjadi.
Tubuh membutuhkan asupan gizi yang cukup, beberapa vitamin atau mineral tertentu punya peran penting untuk membantu tubuh membuat sel darah merah, seperti zat besi, asam folat (vitamin B9), dan vitamin B12.
2. Jenis kelamin
Anemia identik dengan wanita, hal ini disebabkan wanita memiliki kadar hemoglobin dan hematokrit lebih rendah ketimbang pria. Pada pria sehat, kadar hemoglobin normal adalah sekitar 14-18 g/dL dan hematokritnya 38,5-50 persen.
Sementara itu, pada perempuan sehat, kadar normal hemoglobinnya bisa sekitar 12-16 g/dL dan hematokrit sebesar 34,9-44,5 persen.
Perbedaan inilah yang membuat wanita lebih rentan mengalami anemia daripada laki-laki.
3. Menstruasi berat
Menstruasi berat atau menorrhagia juga menjadi salah satu penyebab terjadinya anemia pada remaja wanita dan dewasa.
Pada perempuan, asupan zat besi tidak hanya digunakan untuk mendukung pertumbuhan, tetapi juga digunakan untuk mengganti zat besinya yang hilang karena menstruasi setiap bulannya.
Ketika haid berlangsung lebih lama dan darah yang keluar juga lebih banyak dari biasanya, Anda berisiko mengalami kekurangan darah. Ini karena volume darah yang terbuang cenderung lebih banyak daripada yang dihasilkan.
Kondisi ini menimbulkan tanda dan gejala anemia, termasuk kulit pucat dan gampang lelah.
4. Kehamilan
Tak hanya menstruasi yang berat, kondisi hamil juga bisa menjadi salah satu faktor risiko Anda didiagnosis anemia. Pada saat hamil, otomatis tubuh ibu akan menghasilkan sel darah lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan bayi.
Jika ibu hamil tidak bisa mencukupi asupan makanan kaya zat besi, asam folat, atau nutrisi lainnya, sel darah merah yang dihasilkan tubuh akan lebih sedikit dari seharusnya. Ini adalah penyebab utama munculnya anemia pada ibu hamil.
Selain itu pada masa kehamilan, proses persalinan dan masa nifas juga membuat wanita kehilangan banyak darah, sehingga membuatnya lebih rentan kena anemia dibandingkan pria.
Semakin sering hamil dan bersalin, semakin besar kemungkinan wanita untuk mengalami anemia kronis.
5. Gangguan pencernaan
Penyebab anemia selanjutnya adalah memiliki gangguan atau penyakit yang memengaruhi proses cerna dan penyerapan nutrisi dapat menjadi salah satu penyebab anemia, seperti penyakit Celiac.
Penyakit ini menyebabkan kerusakan pada usus kecil yang berfungsi menyerap gizi dari makanan untuk disalurkan ke seluruh tubuh.
Kerusakan usus kecil ini tentu akan memengaruhi penyerapan zat besi, folat, dan vitamin B12 yang membantu proses pembentukan sel darah merah.
6. Penyakit kronis
Anemia dapat disebabkan adanya penyakit kronis yang di derita. Penyakit kronis dapat menjadi salah satu faktor risiko penyebab anemia.
Penyakit kronis dapat menyebabkan perubahan pada sistem tubuh untuk memproduksi sel darah merah yang sehat. Kondisi ini menyebabkan produksi sel darah merah terhambat, sel darah merah yang lebih cepat mati, atau justru gagal sama sekali.
7. Riwayat keluarga
Punya anggota keluarga yang mengalami anemia akan meningkatkan risiko Anda mengalaminya juga. Salah satu jenis anemia yang rentan diturunkan dalam silsilah keluarga adalah anemia sel sabit.
Penyebab anemia sel sabit yaitu struktur hemoglobin dalam darah yang berubah. Ini membuat sel darah merah menjadi lebih cepat mati. Ini hanya bisa terjadi karena diturunkan secara genetik.
Nah, itulah penyebab anemia, dengan mengetahui beberapa penyebab penyakit yang satu ini Anda dapat melakukan pencegahan sebelum terjadinya anime sehingga dapat melakukan aktivitas dengan lancar dan nyaman.












