BENGKULUTERKINI.ID – Kabar gembira hadir bagi jutaan pekerja di Indonesia. Pemerintah memastikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 tetap berlanjut hingga akhir tahun dengan nilai Rp600 ribu per penerima.
Keputusan ini diambil setelah program serupa pada tahun-tahun sebelumnya terbukti efektif menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Jadwal dan Mekanisme Penyaluran
BSU tahun ini disalurkan dalam dua tahap, yaitu pada kuartal III dan kuartal IV 2025. Dengan skema ini, pekerja yang berhak akan menerima dana sekaligus sebesar Rp600 ribu.
Kebijakan ini dipandang sebagai bantalan ekonomi yang penting, terutama menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di mana kebutuhan konsumsi masyarakat biasanya meningkat signifikan.
“Program ini terbukti mampu menjaga konsumsi rumah tangga tetap stabil. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan BSU hingga akhir tahun,” ujar Riznaldi Akbar, Analis Kebijakan Ditjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu.
Syarat Penerima BSU 2025
Bantuan Rp600 ribu hanya diberikan kepada pekerja yang memenuhi kriteria berikut:
Memiliki gaji bulanan di bawah Rp3,5 juta.
Berstatus pekerja aktif di sektor formal maupun buruh harian.
Termasuk sebagian tenaga honorer yang masuk dalam daftar penerima resmi.
Dana dicairkan sekali transfer sehingga bisa langsung digunakan untuk kebutuhan rumah tangga menjelang akhir tahun.
Cara Pencairan Dana
Pencairan BSU dilakukan melalui Bank Himbara (BRI, BNI, BTN, dan BSI).
Bagi yang belum memiliki rekening di bank tersebut, pencairan tetap bisa dilakukan melalui Kantor Pos, sehingga akses bantuan lebih merata.
Hingga pertengahan Juli 2025, tercatat 13,18 juta pekerja sudah menerima BSU, dengan total penyaluran mencapai Rp7,91 triliun. Data penerima terus diperbarui melalui BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Ketenagakerjaan agar distribusi tetap tepat sasaran.
Cara Mengecek Status Penerima
Pekerja dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui:
Situs resmi Kemnaker di bsu.kemnaker.go.id
Aplikasi JMO (Jamsostek Mobile)
Melalui kedua platform ini, pekerja bisa memantau status penerima, jadwal pencairan, hingga estimasi dana masuk.
Catatan Penyaluran Sebelumnya
Pada periode Juni–Juli 2025, pemerintah sudah menggelontorkan lebih dari Rp10,7 triliun untuk 17,3 juta pekerja serta 565 ribu tenaga pengajar honorer. Data ini menunjukkan BSU tidak hanya menjangkau buruh industri, melainkan juga tenaga pendidik non-ASN di berbagai daerah.
Stimulus Ekonomi Tambahan
Selain BSU, pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus fiskal lain untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap di kisaran 5 persen. Strategi tersebut mencakup:
Menjaga konsumsi masyarakat jelang libur panjang akhir tahun.
Mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok.
Mendukung daya beli pekerja agar sektor usaha tetap bergerak.
Dengan kombinasi BSU Rp600 ribu dan kebijakan fiskal tambahan, pemerintah berharap momentum pemulihan ekonomi bisa terus berlanjut hingga memasuki tahun 2026.