BENGKULUEKSPRESS.COM – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, A.B., Ph.D., melakukan kunjungan kerja di Provinsi Bengkulu selama tiga hari, sejak tanggal 19 hingga 21 Agustus 2025.
Dalam kunjungannya, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem riset di perguruan tinggi sekaligus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Unggul Garuda yang akan hadir di Bumi Rafflesia.
Kunjungan dimulai dengan dialog bersama sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB). Di hadapan dosen dan mahasiswa, Prof. Stella menegaskan bahwa anggaran riset nasional tetap aman meski pemerintah melakukan efisiensi di sektor lain.
Menurutnya, riset bukanlah beban, melainkan investasi jangka panjang yang akan menentukan arah pembangunan bangsa. Pesan ini juga menjadi sinyal bahwa perguruan tinggi daerah, termasuk di Bengkulu, memiliki peluang besar untuk terus berkontribusi melalui penelitian strategis.
Usai dari UMB, rombongan berlanjut ke Universitas Bengkulu (UNIB). Disana, Wamen Dikti Saintek mengapresiasi fokus riset yang sudah berjalan, mulai dari konservasi hutan tropis pesisir, hilirisasi kopi, hingga kajian mengenai bunga Rafflesia.
Ia secara khusus menekankan pentingnya menjadikan Pulau Enggano sebagai pusat riset unggulan, mengingat statusnya sebagai pulau terluar dengan keanekaragaman hayati yang bernilai tinggi.
Menurutnya, penelitian berbasis potensi lokal akan membuat Bengkulu kuat di tingkat nasional sekaligus dikenal dalam lingkup internasional.
Dalam kesempatan itu, Prof. Stella mendorong UNIB memiliki fokus riset yang lebih jelas agar kualitas akademiknya semakin terangkat. Ia bahkan menyebut gelar-gelar khas seperti
“Profesor Rafflesia” atau “Profesor Kutu Putih” dari Bengkulu sebagai bukti riset unik yang bisa membanggakan Indonesia di mata dunia.
Pemerintah, tambahnya, siap mendukung konsentrasi riset khas daerah agar perguruan tinggi mampu mencetak pakar-pakar yang diakui secara global.
Selain penguatan riset, Wamen Dikti Saintek juga menekankan peran UNIB dalam mendukung program nasional Sekolah Unggul Garuda.
Prof Stella meminta perguruan tinggi tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut aktif sejak awal, mulai dari riset penentuan lokasi, perencanaan infrastruktur, hingga penyediaan tenaga pendidik.
Pemerintah bahkan sedang menyiapkan Peraturan Presiden khusus untuk mengatur formasi guru di sekolah unggulan tersebut.
Komitmen itu ditindaklanjuti dengan kunjungan lapangan ke beberapa titik calon lokasi pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Bengkulu.
Didampingi tim teknis dan pemerintah daerah, Prof. Stella meninjau langsung kondisi lahan, akses, dan potensi pengembangan wilayah.
Ia menjelaskan, sekolah yang dirancang berbentuk SMA berasrama ini akan dibangun dengan standar global, dan diharapkan bukan hanya menjadi pusat pendidikan unggul, tetapi juga motor inovasi serta penggerak pembangunan di daerah.
Meski agenda resmi pada 21 Agustus tidak banyak dipublikasikan, rangkaian kunjungan Prof. Stella Christie selama tiga hari di Bengkulu menegaskan perhatian serius pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan dan riset di provinsi ini.
Dari penguatan penelitian di kampus hingga persiapan Sekolah Garuda, pesan yang ditinggalkan jelas: Bengkulu memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu poros ilmu pengetahuan dan pendidikan unggul di Indonesia.