• Camkohatv.id
  • Bekentv.id
  • Rbmedia.id
Bengkulu Terkini
No Result
View All Result
  • Headline
  • Bengkulu Terkini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga & Otomotif
  • Lifestyle
  • Teknologi
  • Headline
  • Bengkulu Terkini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga & Otomotif
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Bengkulu Terkini
No Result
View All Result
Home Fiksi

Di Balik Senyum Lina

Kisah Lina, seorang mahasiswa yang berjuang melawan gangguan kecemasan dan depresi. Melalui perjalanannya, ia berani berbicara jujur kepada keluarga, memecahkan stigma, dan menemukan jalan menuju pemulihan.

Rajman Azhar by Rajman Azhar
Agustus 29, 2025
in Fiksi
Di Balik Senyum Lina

Yukey Anggraini

Yukey Anggraini

RELATED POSTS

No Content Available

Lina menyandarkan punggungnya ke dinding kamar mandi, berusaha menenangkan napas yang tersengal-sengal. Tangannya gemetar memegangi wastafel dingin, sementara bayangan di cermin menatapnya dengan wajah pucat dan mata berkaca-kaca. Serangan panik yang kesekian kalinya bulan ini datang tanpa peringatan.

“Tidak … tidak sekarang,” bisiknya, mencoba mengingat teknik pernapasan yang diajarkan terapisnya.
Dari luar, suara Ibu memanggil, “Lina! Makan siang sudah siap!”
“Sebentar, Bu!” suaranya terdengar lebih tinggi dari biasanya. Ia menyeka air mata dengan cepat sebelum membuka pintu.

Di meja makan, keluarga tampak lengkap. Ayah sibuk dengan dokumen kantor, Ibu menyajikan sayur asam, sementara adiknya, Rian, asyik bermain ponsel.
“Kamu baik-baik saja? Wajahmu pucat,” Ibu menyentuh dahinya.
Lina mengelak. “Hanya kurang tidur. Deadline kampus banyak.”
Ayah mengangkat mata dari dokumen. “Kalau mau sukses harus kuat. Nenekmu dulu bekerja di sawang seharian tetap tidak mengeluh.”
Lina menatap nasi di piringnya. Jika saja mereka tahu…

***

Klinik Psikologi “Sehati” sepi ketika Lina masuk untuk sesi mingguannya.
“Bagaimana minggu ini?” tanya dr. Anindya, terapisnya.
Lina memilin ujung bajunya. “Sama. Serangan panik masih datang. Dan … aku berbohong lagi ke keluarga.”

“Bisakah kamu ceritakan apa yang membuatmu takut jujur pada mereka?”
“Stigma, Dok. Di keluarga kami, gangguan mental itu dianggap aib. Kata Ayah, itu hanya alasan orang malas.” Air mata menetes di pipinya. “Aku takut mereka akan melihatku berbeda … atau lebih buruk, menganggapku gila.”
Dr. Anindya mengangguk paham. “Lina, penyakit mental sama nyatanya dengan penyakit fisik. Kamu tidak memilih untuk merasa seperti ini.”

Buy JNews
ADVERTISEMENT

***

Malam itu, Lina terbangun dengan jantung berdebar kencang. Ia meraih buku hariannya dan mulai menulis:

Hari ini lagi-lagi aku pura-pura baik-baik saja. Tapi sebenarnya aku lelah. Leherku selalu tegang, dadaku sesak, dan kadang aku ingin menjerit tanpa alasan. Aku takut ….
Tiba-tiba, pintu kamarnya terbuka. Rian berdiri di sana dengan wajah khawatir. “Kakak … aku dengar suara terisak,” katanya pelan.
Lina buru-buru menutup buku harian. “Hanya mimpi buruk.”
Rian duduk di tempat tidurnya. “Aku tahu Kakak tidak baik-baik saja. Sejak pulang dari kampus bulan lalu.”
Tanpa disadari, air mata Lina mengalir deras. Rian memeluknya erat.

***

Keesokan harinya, keluarga berkumpul di ruang tamu. Lina menggenggam tangan Rian erat-erat.
“Aku … aku perlu mengatakan sesuatu.” Suara Lina bergetar. “Selama setahun terakhir, aku berjuang melawan gangguan kecemasan dan depresi.”
Ibu langsung beringsut mendekat. “Kenapa tidak bilang dari dulu?”
“Karena aku malu! Aku takut kalian akan menganggapku lemah!” Lina menjerit, semua emosi yang terpendam meluap.
Ayah terdiam lama. Lalu, dengan gerakan lambat, ia meraih album foto. “Lihat ini,” katanya membuka halaman tertentu. Foto seorang wanita muda tersenyum. “Tante Sari. Dia juga berjuang seperti kamu. Dulu keluarga kita salah paham … sampai dia pergi untuk selamanya.”
Mata Ayah berkaca-kaca. “Aku tidak ingin kehilanganmu seperti kehilangan dia.”

***

Proses pemulihan tidak instan. Ada hari-hari di mana Lina tidak bisa bangun dari tempat tidur. Ada saat-saat di mana terapi terasa sia-sia. Tapi sekarang, ada Ibu yang membawakannya teh hangat, Rian yang menemani sesi terapi, dan Ayah yang perlahan belajar memahami.

Di sesi terapi ke-12, dr. Anindya tersenyum. “Kamu membuat kemajuan luar biasa.”
Lina mengangguk. “Aku belajar bahwa kelemahan sebenarnya adalah menyembunyikan luka, bukan memilikinya.”

***

Di acara talkshow kampus tentang kesehatan mental, Lina berdiri di podium dengan tangan sedikit gemetar.

“Nama saya Lina, dan saya seorang pejuang anxiety disorder.” Suara Lina jelas terdengar di ruangan sunyi. “Saya di sini untuk mengatakan: tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja.”
Ketika tepuk tangan bergemuruh, Lina melihat seorang mahasiswi di barisan belakang sedang menangis. Ia tersenyum, tahu bahwa perjalanannya yang panjang kini bisa menjadi cahaya bagi orang lain.
Di hari ulang tahunnya yang ke-23, Lina menerima hadiah dari keluarga – seekor anjing terapi bernama Joy. Saat menggenggam tali ikatnya, ia sadar:
Pemulihan bukan tentang menjadi sempurna. Tapi tentang belajar mencintai diri sendiri – lengkap dengan segala retakannya.(**)

*Penulis adalah bagian dari Klub Pengarang Bengkulu

Tags: cerpen bengkuluKesehatan mental Gangguan kecemasan Depresi Stigma keluarga Pemulihan Cerita inspiratifklub pengarang bengkulu
ShareSendTweet
Rajman Azhar

Rajman Azhar

Related Posts

No Content Available
Next Post
Dekatkan Diri ke Masyarakat, Kejari Bengkulu Selatan Gelar Kegiatan Sosial dan Olahraga

Dekatkan Diri ke Masyarakat, Kejari Bengkulu Selatan Gelar Kegiatan Sosial dan Olahraga

Waspadai, Ini Dia 5 Tanda Tubuh Overdosis Lemak

Waspadai, Ini Dia 5 Tanda Tubuh Overdosis Lemak

Recommended Stories

Hanya 90 Desa Ajukan Pencairan Dana, DPMD Mukomuko Desak Perangkat Desa Bertindak Cepat

Hanya 90 Desa Ajukan Pencairan Dana, DPMD Mukomuko Desak Perangkat Desa Bertindak Cepat

Agustus 26, 2025
Kejaksaan Tinggi Bengkulu menetapkan Inspektur Tambang T. Nadzirin sebagai tersangka ke-12 dalam kasus korupsi pertambangan. Ia diduga menerima suap Rp1 miliar dari Bebby Hussy dan Sutarman.

Kasus Gratifikasi Tambang, Inspektur Bengkulu Terancam Jerat Hukum Bersama Bos Perusahaan

Agustus 26, 2025
Tabrak Lari Hingga Tewaskan Warga, Kadis DKP Kota Bengkulu Ditetapkan Sebagai Tersangka

Tabrak Lari Hingga Tewaskan Warga, Kadis DKP Kota Bengkulu Ditetapkan Sebagai Tersangka

Agustus 25, 2025

Popular Stories

  • Di Balik Senyum Lina

    Di Balik Senyum Lina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Matcha: Si Hijau Kekinian dengan Manfaat yang Bikin Melongo!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Mahasiswa Kepung Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Tolak Kenaikan Tunjangan hingga Tuntut Reformasi Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ikut Kegiatan Pramuka, Pelajar SMP di Bengkulu Utara Hanyut di Sungai Ketahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berkat Aspirasi Anggota Dewan, 6 Keluarga di Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu Rasakan Manfaat Program Bedah Rumah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Bengkulu Terkini

Bengkuluterkini.id Melengkapi informasi langsung kegenggaman anda. Selalu mengutamakan informasi bermanfaat dan menarik.

Pos-pos Terbaru

  • Ribuan Mahasiswa Kepung Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Tolak Kenaikan Tunjangan hingga Tuntut Reformasi Polri
  • Kasus Curanmor Muara Pulutan Berakhir, Dalang Utama Ditembak Polisi saat Ditangkap
  • Hadapi Altinordu, Debut Megawati Bersama Manisa BBSK di Kadinlar 1 Ligi Turki

Kategori

  • Bengkulu Terkini
  • Economy
  • Ekonomi & Bisnis
  • Fiksi
  • Headline
  • Health
  • Lifestyle
  • Olahraga & Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Travel
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025 bengkuluterkini.id - Digital Media Grup.

No Result
View All Result
  • Headline
  • Bengkulu Terkini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga & Otomotif
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2025 bengkuluterkini.id - Digital Media Grup.