BENGKULUTERKINI.ID – Kaki X, atau dalam istilah medis disebut genu valgum, adalah kondisi di mana lutut condong ke dalam sehingga ketika seseorang berdiri, lutut saling mendekat sementara jarak antar pergelangan kaki tetap. Pada kasus ekstrem, bentuknya seperti huruf “X”.
Berdasarkan penjelasan dokter di video Eka Hospital serta referensi pendukung, beberapa faktor yang dapat kaki X antara lain:
1. Faktor Genetik / Keturunan
Beberapa laporan menyebut bahwa kondisi kaki X atau O (genu valgum atau genu varum) bisa memiliki korelasi dengan faktor genetik atau keturunan. Namun, bukan berarti semua kasus disebabkan oleh faktor keturunan; hanya sebagian kecil yang memiliki latar belakang genetik.
2. Kelainan Nutrisi / Defisiensi Vitamin D dan Kalsium
Kekurangan vitamin D dan kalsium selama masa pertumbuhan dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan lunak, yang memicu deformitas seperti kaki X. Di antaranya, kondisi seperti rakhitis (rachitis / rakitis) sering dihubungkan dengan tulang yang tidak terbentuk sempurna karena kekurangan nutrisi.
3. Pertumbuhan Tidak Seimbang / Perkembangan Tulang yang Terlambat
Selama masa tumbuh kembang, jika pertumbuhan tulang tidak sinkron atau tidak seimbang antara bagian dalam dan luar kaki, bisa terjadi sudut deviasi yang menyebabkan lutut saling mendekat.
4. Posisi Duduk atau Postur yang Kurang Benar
Dalam video Eka Hospital dibahas juga isu posisi duduk “W” (yaitu anak duduk dengan kaki ditekuk ke belakang membentuk huruf W) sebagai kebiasaan yang kurang ideal. Kebiasaan postur seperti ini dapat memperberat beban pada sendi lutut dan berkontribusi terhadap perkembangan kaki X.
5. Infeksi atau Gangguan Tulang / Penyakit Medis Lain
Meskipun tidak selalu menjadi penyebab utama, infeksi tulang, gangguan metabolik, atau kondisi medis lain bisa memengaruhi pertumbuhan dan struktur tulang, sehingga memicu kelainan. Sumber-sumber yang membahas kaki bentuk X dan O menyebut bahwa faktor medis non-nutrisi juga mungkin berperan.
Kelainan tulang pada anak dapat di sebabkan oleh bawaan lahir dan juga faktor lainnya. Cegah sedini mungkin hal-hal yang dapat menimbulkan kelainan pada anak. Berikut penjelasan dari dokter ahli, dr. Patar Parmonangan Oppusunggu, Sp.OT (K). (Sukma)












