BENGKULUTERKINI.ID – Pemerintah Kota Bengkulu mulai bergerak serius menata kawasan wisata Pantai Panjang yang selama ini dipenuhi bangunan usaha di sepanjang bibir pantai.
Langkah penertiban dilakukan setelah pemerintah memastikan sebagian besar bangunan pedagang di kawasan tersebut tidak lagi memiliki legalitas yang sah.
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, menegaskan bahwa izin pemanfaatan lahan yang sebelumnya pernah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu telah habis masa berlaku. Dengan kondisi tersebut, bangunan yang berdiri di area wisata unggulan itu dinilai tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
Menurut Medy, Pemerintah Kota Bengkulu kini telah resmi memegang kendali penuh atas pengelolaan kawasan Pantai Panjang, khususnya area yang berada di sepanjang bibir pantai. Pengalihan pengelolaan tersebut dilakukan melalui keputusan gubernur terkait Hak Pengelolaan Lahan (HPL).
“Sekarang pengelolaan kawasan Pantai Panjang sudah berada di bawah Pemerintah Kota Bengkulu. Jadi penataan kawasan akan dilakukan secara menyeluruh agar fungsi pantai sebagai ruang publik bisa kembali optimal,” ujarnya.
Selama ini, keberadaan bangunan semi permanen hingga lapak usaha di kawasan pantai kerap menuai keluhan dari pengunjung. Selain dianggap mengganggu keindahan pantai, praktik pungutan liar dan tarif parkir yang tidak jelas juga menjadi sorotan masyarakat.
Karena itu, Pemkot Bengkulu berkomitmen menjadikan Pantai Panjang sebagai destinasi wisata yang nyaman, tertib, dan bebas pungutan liar. Pemerintah bahkan memastikan belum ada satu pun izin usaha baru yang diterbitkan di atas lahan HPL tersebut.
Tak hanya fokus pada penertiban, pemerintah kota juga menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang bagi wisatawan. Salah satu program yang tengah dirancang yakni pembangunan 100 gazebo gratis yang dapat digunakan masyarakat untuk bersantai menikmati suasana pantai.
Langkah penataan ini diharapkan mampu mengembalikan citra Pantai Panjang sebagai ikon wisata andalan Bengkulu yang bersih, aman, dan ramah bagi seluruh pengunjung. (Firman)












