BENGKULUTERKINI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mencatat sebanyak 1.235 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) telah ditemukan di wilayah Kota Bengkulu sejak tahun 2001 hingga pertengahan 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 kasus baru terdeteksi sepanjang tahun 2026 yang baru berjalan sekitar enam bulan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelly Hartati, mengatakan angka kasus yang tercatat saat ini diyakini belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Menurutnya, kasus HIV masih menjadi fenomena gunung es karena masih banyak masyarakat yang belum melakukan pemeriksaan atau enggan melaporkan kondisi kesehatannya.
“Kasus HIV ini masih seperti fenomena gunung es. Yang terdata belum tentu mencerminkan jumlah sebenarnya karena masih ada masyarakat yang belum memeriksakan diri,” ujar Nelly.
Untuk menekan penyebaran HIV sekaligus menemukan kasus sejak dini, Dinkes Kota Bengkulu terus menggencarkan kegiatan skrining dan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki risiko tinggi tertular HIV.
Kelompok tersebut di antaranya laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL), pasangan sesama jenis, serta individu yang terindikasi terlibat dalam praktik prostitusi.
Nelly mengimbau masyarakat yang pernah melakukan aktivitas berisiko atau merasa rentan terpapar HIV agar tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, deteksi dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
“Kalau memang pernah melakukan hal-hal yang berisiko, segera lakukan skrining. Jangan takut karena seluruh data dan kondisi pasien dijamin kerahasiaannya oleh tim kesehatan,” tegasnya.
Dinkes Kota Bengkulu juga memastikan layanan pemeriksaan HIV tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan. Selain itu, pemerintah akan memberikan pendampingan serta pengobatan secara gratis bagi masyarakat yang dinyatakan positif HIV.
Menurut Nelly, ketersediaan obat antiretroviral (ARV) untuk mengendalikan perkembangan virus hingga saat ini masih mencukupi. Dengan pengobatan yang rutin dan teratur, penderita HIV tetap dapat menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.
“Kami tetap siap menyediakan obat-obatan antivirus bagi pasien yang membutuhkan. Yang terpenting adalah melakukan pemeriksaan sejak dini agar penanganannya bisa segera dilakukan,” pungkasnya.
Melalui upaya skrining yang terus diperluas dan edukasi kepada masyarakat, Dinkes Kota Bengkulu berharap semakin banyak warga yang berani memeriksakan diri sehingga penularan HIV dapat ditekan dan kualitas hidup para penyintas HIV semakin meningkat. (*)












