BENGKULUTERKINI.ID – Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu terus memperkuat langkah transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern. Upaya ini di lakukan untuk mendukung target swasembada pangan nasional, khususnya peningkatan produksi padi hingga 6 ton per hektar.
Dalam ekspos hasil pengembangan pertanian yang di gelar Rabu pagi, Kepala BRMP Bengkulu, Shannora Yuliasari, menjelaskan bahwa modernisasi pertanian menjadi kunci peningkatan produksi. Saat ini, Bengkulu masih berada pada angka sekitar 5 ton per hektar; karena itu, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi strategi utama untuk mengejar ketertinggalan.
“Dengan alat modernisasi pertanian, kita menargetkan produksi padi bisa mencapai 6 ton per hektarnya,”ujar Shannora.
Sebagai bentuk dukungan konkret, BRMP Bengkulu telah membantu petani di berbagai daerah untuk mengusulkan kebutuhan alsintan yang sesuai dengan kondisi wilayah. Penyaluran alat telah di lakukan di tiga kabupaten, yaitu Bengkulu Utara, Kepahiang dan Seluma.
“Teknologi pertanian yang lebih modern di harapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus produktivitas hasil panen,” imbuhnya.
Disisi lain, Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R.A Denni, menegaskan bahwa penggunaan teknologi modern adalah langkah wajib untuk memperkuat sektor pangan daerah.
“Modernisasi teknologi pertanian harus di lakukan untuk mendukung keberhasilan produksi, terutama dalam mewujudkan percepatan swasembada pangan,” jelas Denni.
Ia menyebut hingga saat ini, realisasi penanaman padi di Provinsi Bengkulu masih jauh dari target. Data terbaru menunjukkan bahwa padi sawah seluas :68.199 hektar dari target 108.677 hektar. Lalu padi gogo539 hektar dari target 3.556 hektar
Sedangkan untuk program Cetak Sawah Rakyat (CSR), realisasi masih berada pada angka 905,57 hektar di tiga wilayah Bengkulu Utara, Seluma, dan Rejang Lebong dari target 2.200 hektar.
Melihat capaian yang masih rendah, Pemprov Bengkulu dan BRMP Bengkulu berkomitmen memperkuat modernisasi teknologi pertanian demi mengejar target realisasi lahan dan produksi.
Penerapan teknologi modern di yakini akan membantu petani meningkatkan hasil panen, efisiensi kerja, serta daya saing sektor pertanian Bengkulu.
“Upaya modernisasi ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional di masa mendatang,” pungkasnya.
(Tri Yulianti)












