BENGKULUTERKINI.ID – Akhir-akhir ini penyakit tumor mammae atau tumor payudara semakin meningkat. Sebagian orang kerap kali tidak menyadari penyakit ini sejak dini karena gejala awalnya tidak dapat terlihat, banyak penyebab terjadinya tumor mammae pada remaja.
Mengutip dari berbagai sumber seperti halodoc, tumor mammae merupakan tumor payudara yang jinak (non-kanker). Tumor payudara yang jinak atau non-kanker sering disebut dengan fibroadenoma dalam dunia medis.
Fibroadenoma adalah benjolan payudara non-kanker yang paling sering terjadi pada wanita berusia antara 15 dan 35 tahun. Penyebab dari tumor payudara jenis ini tidak diketahui secara pasti.
Namun, diduga ada kaitannya dengan hormon reproduksi wanita. Sebab, tumor ini lebih sering terjadi pada wanita usia produktif. Selain itu, konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak, kebiasaan kurang berolahraga, serta meningkatnya tingkat stres pada perempuan menjadi faktor pemicu.
Rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri membuat banyak kasus baru terdeteksi ketika sudah masuk stadium lanjut.
Oleh karena itu, jika memiliki orangtua, saudara kandung, atau kerabat dekat lainnya yang telah didiagnosis menderita tumor payudara, peluang untuk mengidap kondisi yang sama bisa meningkat, kurangnya mengkonsumsi makanan sehat dan sering mengkonsumsi makanan cepat saji juga menjadi pemicu munculnya tumor mamae.
Kami menemui salah satu penyitas tumor mammae Melisa purnama sari (32) mengungkapkan terkait dengan hal yang dialami selama mengalami penyakit tumor mamae. Beliau menjelaskan tidak ada gejala yang dirasakan, akan tetapi terasa ada yang aneh di area payudara. Ada benjolan kecil seperti kelereng dan terasa bergerak-gerak.
“Saya pertama kena ketika setelah melahirnkan anak pertama, saya pertama tidak tau kalau ada tumor mamae di payuh dara saya, ketahuannya saat saya merasakan ada yang aneh dibagian sana seperti ada benjolan kecil sebesar kelereng dan bergerak-gerak, setelah saya periksa ke dokter ternyanta di diagnosis penyakit tumor memae yang harus diangkat, setelah menjalani oprasi ternyata tidak hanya satu benjolan saja terdapat dua benjolan tumor yang diangkat. Menurut dokternya hal ini karna tumornya sudah lumayan lama berada disana dan berakar, hal ini menybabkan tumbunya tumor baru,” ungkapnya.
Tim kamipun menemui petugas untuk menanyakan tentang tumor mammae ini. Menurut pegawai puskesmas Jalan Gedang, Dina mariana (40) mengungkapkan terkait dengan penyebab penyakit tumor mamae tersebut.
Ia mengatakan tumor mammae dipicu karena gaya hidup yang tidak sehat apalagi anak muda zaman sekarang lebih sulit untuk menjaga pola makan dan sering kali mengonsumsi makanan cepat saji serta kurangnya mengonsumsi buah dan sayur.
“Banyak dari kalangan anak muda zaman sekarang kurang menjaga pola makan, dan junk food menjadi makanan sehari-hari. Kurang makan sayur dan buah, dan kurang berolahrga memicu terjadinya pertumbuhan tumor tersebut, tak hanya itu hormon dan keturunan juga menjadi hal besar yang sangat memicu hal itu, perlunya kesadaran terhadap diri sendiri dan pemeriksaan berkala terhadap kesehat tubuh,” ujarnya.
Tumor payudara dapat bersifat jinak atau ganas, keduanya terbagi lagi dalam jenis tumor yang berbeda-beda. Menjaga pola hidup dan menyadari bukan hanya soal menghindari penyakit, tetapi juga bentuk keberanian perempuan dalam melindungi masa depan mereka. (Sukma)












