BENGKULUTERKINI.ID – Rumah Sakit Tino Galo (RSTG) Kota Bengkulu terus memperluas jejaring pelayanan kesehatan dengan menggandeng sejumlah rumah sakit di Provinsi Bengkulu.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan penjajakan kerja sama dengan RSUD Sungai Lemau serta RSUD Benteng, Kabupaten Bengkulu Tengah, sebagai langkah mempererat hubungan kelembagaan, melakukan sosialisasi layanan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Direktur RSTG, dr. Fitri, mengatakan kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarfasilitas kesehatan, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai layanan unggulan yang dimiliki RSTG, termasuk inovasi SIKAP (Konsultasi Aman Anak Perempuan).
“Selain menjalin hubungan baik dan membangun kerja sama layanan kesehatan, kunjungan ini juga kami manfaatkan untuk memperkenalkan SIKAP sebagai salah satu inovasi layanan di RSTG. Melalui inovasi ini, kami ingin masyarakat dan fasilitas kesehatan mitra mengetahui bahwa RSTG memiliki layanan konsultasi yang aman, nyaman, dan didukung oleh tenaga psikolog profesional,” ujar dr. Fitri.
Menurutnya, kerja sama dengan RSUD Sungai Lemau dan RSUD Benteng diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan konseling psikologi, terutama bagi pasien yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
“RSTG memiliki layanan konseling yang ditangani oleh psikolog. Dengan terjalinnya kerja sama bersama berbagai rumah sakit, termasuk RSUD Sungai Lemau dan RSUD Benteng, kami berharap dapat memberikan bantuan lebih lanjut kepada pasien-pasien yang membutuhkan layanan konseling psikologi sehingga mereka memperoleh pendampingan yang tepat sesuai kebutuhannya,” tambahnya.
Inovasi SIKAP merupakan layanan konsultasi terpadu yang memberikan ruang aman bagi perempuan, anak, maupun pasien dengan kondisi sensitif untuk berkonsultasi secara langsung maupun melalui media digital dengan tetap menjamin kerahasiaan pasien.
Inovasi ini dikembangkan sebagai respons terhadap masih adanya korban kekerasan atau pasien dengan persoalan psikologis yang enggan menyampaikan kondisinya karena rasa takut, malu, maupun tidak mengetahui harus mengadu kepada siapa.
Melalui inovasi tersebut, RSTG juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti psikolog, kepolisian, Dinas Sosial, serta instansi terkait lainnya.
Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini terhadap kasus-kasus kekerasan, mempercepat sistem rujukan, serta memberikan pendampingan psikologis, sosial, dan hukum secara terpadu.
Dengan semakin luasnya jejaring kerja sama bersama rumah sakit di Bengkulu, RSTG optimistis masyarakat akan semakin mudah memperoleh layanan kesehatan yang komprehensif.
Kehadiran layanan konseling psikologi dan inovasi SIKAP diharapkan menjadi nilai tambah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan mental dan perlindungan bagi perempuan serta anak. (Firman)












