BENGKULUTERKINI.ID – Baik dalam lingkungan profesional maupun sosial, kita sering dihadapkan pada acara makan formal baik itu makan malam bisnis, pernikahan, atau acara formal lainnya. Dalam situasi seperti ini, memahami etika makan sangat penting untuk menunjukkan sopan santun, kepercayaan diri, dan rasa hormat terhadap orang lain.
Salah satu video yang membahas topik ini dengan jelas adalah “Table Manners 101: How To Handle Cutlery and Eat at Fine Dining Restaurants” oleh Jamila Musayeva di YouTube. Melalui video ini, Jamila memberikan panduan langkah demi langkah tentang cara berperilaku di meja makan formal, mulai dari penggunaan alat makan hingga menghadapi situasi tak terduga.
1. Persiapan Sebelum Makan
Sebelum mulai makan, perhatikan tata letak meja. Di meja makan formal, alat makan biasanya disusun dari luar ke dalam. Artinya, alat makan terluar digunakan untuk hidangan pertama, dan alat makan terdalam digunakan untuk hidangan selanjutnya.
Jamila juga menekankan pentingnya menunggu hingga semua tamu duduk dan makanan disajikan sebelum mulai makan. Setelah duduk, lipat sapu tangan dan letakkan di pangkuan, bukan di meja. Sapu tangan digunakan untuk membersihkan mulut dengan lembut jika diperlukan, bukan untuk membersihkan wajah atau tangan.
2. Cara Menggunakan Alat Makan
Etika utama dalam menggunakan alat makan adalah menggunakannya dengan anggun dan tenang. Jamila menjelaskan bahwa garpu dipegang di tangan kiri dan pisau di tangan kanan. Saat memotong makanan, lakukan dengan perlahan dan moderat jangan memotong semua potongan sekaligus.
Saat berhenti sejenak, letakkan garpu dan pisau di piring dalam bentuk “V” atau bersilang, sebagai tanda bahwa Anda belum selesai makan. Sebaliknya, saat selesai, letakkan keduanya sejajar di tengah piring dengan gagang mengarah ke kanan bawah. Ini memberi sinyal kepada pelayan bahwa Anda telah selesai makan.
3. Etika Makan untuk Berbagai Jenis Makanan
Jamila menjelaskan beberapa teknik untuk berbagai jenis makanan:
Sup: Gunakan sendok dengan lembut dan gerakkan menjauh dari diri Anda. Hindari menghisap atau membuat suara saat makan sup.
– Ikan: Gunakan pisau ikan (jika disediakan) untuk memisahkan daging dari tulang. Jika ada tulang kecil di mulut Anda, keluarkan dengan lembut menggunakan garpu dan letakkan di sisi piring.
– Daging: Potong potongan kecil, cukup untuk satu gigitan, dan makanlah perlahan.
– Roti: Sobek roti menjadi potongan kecil, lalu oleskan mentega sedikit demi sedikit, bukan langsung di seluruh roti.
– Dessert: Gunakan alat makan khusus dessert (biasanya sendok atau garpu kecil) yang telah diletakkan di bagian atas piring.
4. Sikap dan Perilaku Saat Makan
Etika makan tidak hanya tentang alat makan, tetapi juga tentang sikap dan interaksi. Jamila mengingatkan kita pada poin-poin penting berikut:
– Jangan berbicara dengan mulut penuh.
– Hindari membuat suara berlebihan saat mengunyah atau menelan.
– Jangan bersandar pada meja atau meletakkan siku di atasnya.
– Jauhkan ponsel Anda dari meja makan untuk menjaga fokus pada percakapan dan suasana.
Jika ada makanan yang tidak Anda sukai, tinggalkan sedikit di piring Anda tanpa berkomentar. Sikap sopan dan tenang akan menunjukkan keanggunan dan rasa hormat Anda kepada tuan rumah.
5. Menghadapi Situasi Tak Terduga
Dalam video, Jamila juga menjelaskan cara bersikap saat terjadi kesalahan kecil. Misalnya, jika sapu tangan atau alat makan jatuh, jangan panik. Mintalah izin dengan sopan, lalu minta pelayan untuk menggantinya. Jika ada makanan yang tersangkut di gigi, jangan mencoba membersihkannya di meja lebih baik pergi ke toilet dan periksa dengan sopan.
6. Esensi Etika Makan
Menurut Jamila Musayeva, etika makan bukan hanya aturan kaku, tetapi cara menunjukkan rasa hormat, kebersamaan, dan keanggunan. Tujuan utama etika makan adalah menciptakan suasana nyaman bagi semua orang di meja, bukan untuk membandingkan siapa yang lebih tahu.
Dengan mempraktikkan tips ini, kita tidak hanya akan terlihat lebih percaya diri di acara formal, tetapi juga memproyeksikan citra profesional dan berwibawa.
Belajar etika makan tidak harus sulit. Mulailah dari hal-hal kecil: cara duduk dengan tenang, memegang alat makan dengan benar, dan berbicara dengan sopan. Seperti yang dijelaskan oleh Jamila Musayeva, kunci dari etika makan yang baik adalah kesopanan dan ketenangan.
Jadi, setiap kali Anda menghadiri acara makan formal, ingatlah bahwa perilaku yang anggun dan perhatian terhadap orang-orang di sekitar Anda akan selalu menjadi etika terbaik di meja makan.(Annisa)











