BENGKULUTERKINI.ID – Proses evakuasi tongkang Star Marine 3301 yang terdampar di Pantai Desa Gunung Kayo, Kecamatan Bunga Mas, belum dapat dilakukan. Selain masih menunggu kondisi cuaca dan gelombang laut yang lebih bersahabat, pihak terkait juga berencana menggelar doa bersama dan pemotongan kambing sebagai bagian dari ikhtiar sebelum proses penarikan kapal dilakukan.
Tongkang yang diketahui terdampar sejak Senin 8 Juni 2026 itu hingga Sabtu 13 Juni masih berada di lokasi. Kapal yang berlayar dari Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat menuju Lampung Selatan dalam kondisi tanpa muatan tersebut belum dapat dievakuasi karena kondisi perairan di sekitar lokasi masih belum memungkinkan.
Danpos AL Bengkulu Selatan, Letda Laut Serun, mengatakan rencana doa bersama dan pemotongan kambing kemungkinan akan dilaksanakan pada Sabtu 13 Juni 2026 atau Minggu 14 Juni 2026. Namun hingga saat ini teknis pelaksanaannya masih dibahas bersama Pemerintah Desa Gunung Kayo.
“Untuk pelaksanaannya kami masih berkoordinasi dengan kepala desa. Apakah kambingnya dipotong di lokasi pantai lalu kepalanya dilarungkan ke laut, atau darahnya yang dilarungkan ke laut, atau dipotong di tempat lain. Kami masih menunggu petunjuk dari kepala desa terkait prosesinya,” ujar Letda Laut Serun.
Menurutnya, rencana tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal yang berkembang di masyarakat setempat dan dihormati oleh seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi.
“Karena kepala desa menyampaikan seyogyanya dilakukan pemotongan kambing agar pekerjaan berjalan lancar. Jadi sampai sekarang proses evakuasi masih menunggu pelaksanaan doa dan pemotongan kambing tersebut,” katanya.
Selain menunggu pelaksanaan doa bersama, proses evakuasi juga masih terkendala kondisi ombak yang cukup tinggi di sekitar lokasi terdamparnya kapal.
“Untuk kapal sampai saat ini belum bisa dievakuasi karena ombak masih tinggi,” tambahnya.
Hampir sepekan berada di bibir Pantai Gunung Kayo, keberadaan tongkang Star Marine 3301 masih menjadi perhatian warga. Kapal berukuran besar itu tampak berdiri di antara deburan ombak yang terus menghantam pesisir, sementara tim terkait terus menunggu waktu yang tepat untuk melakukan proses penarikan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian kapan evakuasi akan dilaksanakan. Seluruh pihak masih menunggu cuaca membaik serta rampungnya koordinasi terkait doa bersama dan pemotongan kambing yang direncanakan tersebut. (Renald)












