BENGKULUTERKINI.ID – Dheni Chandra (33), seorang warga Kota Bengkulu, melaporkan dugaan penyalahgunaan data pribadi setelah ia menemukan identitasnya digunakan untuk membuat rekening bank palsu di salah satu bank BUMN tanpa sepengetahuannya. Kasus ini terbongkar saat Dheni mencoba mengecek status Bantuan Sosial Usaha (BSU) miliknya.
Dheni menjelaskan bahwa ia awalnya mencoba mengecek kembali rekening Bank Mandiri yang sudah tidak aktif sejak 2022. Ia terkejut ketika transfer uji coba sebesar Rp10.000 berhasil masuk, menandakan rekening tersebut masih aktif. Setelah itu, ia mendaftarkan rekening tersebut untuk menerima BSU dan berhasil.
Namun, kecurigaan muncul saat ia menemukan mutasi lain yang menunjukkan dana BSU dari PT Bangun Daya Persada masuk ke rekeningnya. Setelah menghubungi call center bank, ia mendapat konfirmasi bahwa rekening tersebut adalah rekening payroll yang dibuat dan ditarik di Bekasi, terkait dengan PT Bangun Daya Persada.
“Tahu awal mula rekening ini fiktif itu waktu saya melihat mutasi rekning tanggal 7 Juni bahwa rekning itu rekning payroll yang dibuat di Bekasi dan dananya ditarik di Bekasi,” ujar Dheni kepada Bengkuluekspresss.com, Selasa, 17 September 2025.
Kejanggalan ini membuat Dheni kaget karena ia tidak pernah bekerja di PT Bangun Daya Persada atau PT Total, perusahaan yang terkait dengan mutasi tersebut. Ia menduga data pribadinya telah disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Termasuk adanya pemalsuan tanda tangan dirinya.












