• Camkohatv.id
  • Bekentv.id
  • Rbmedia.id
Bengkulu Terkini
No Result
View All Result
  • Headline
  • Bengkulu Terkini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga & Otomotif
  • Lifestyle
  • Teknologi
  • Headline
  • Bengkulu Terkini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga & Otomotif
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Bengkulu Terkini
No Result
View All Result
Home Health

Yuk Kenali 5 Alasan Kenapa Gen Z Lebih Mudah Terkena Gangguan Mental

Gen Z pun sering dikenal sebagai generasi yang lebih sensitif dan rentan mengalami gangguan mental. Lantas, apa alasan gen Z lebih rentan terkena gangguan mental? Simak pada ulasan di bawah ini. 

Fitri Nugroho by Fitri Nugroho
07/11/2025
in Health, Lifestyle
Yuk Kenali 5 Alasan Kenapa Gen Z Lebih Mudah Terkena Gangguan Mental

BENGKULUTERKINI.ID – Saat ini gangguan kesehatan mental menjadi salah satu permasalahan yang harus dihadapi oleh generasi Z (Gen Z).

RELATED POSTS

Mengapa Buah Nanas Layak Masuk Menu Harian Anda? Ini Alasannya

Kasus HIV di Kota Bengkulu Capai 1.235 Orang, Dinkes Gencarkan Skrining dan Jamin Kerahasiaan Pasien

Sering Dijadikan Sajian Lezat, Ini Dia 7 Manfaat Daun Singkong untuk Ibu Hamil

Bagaimana tidak? Gen Z disebut-sebut lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan. Ada berbagai faktor pemicu contohnya paparan media sosial, hingga ketidakpastian akan masa depan.

Generasi Z adalah istilah untuk menyebut mereka yang lahir di antara tahun 1997 dan 2012. Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi ini tumbuh besar dengan internet sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan.

Perbedaan ini tidak hanya membentuk cara pandang mereka terhadap dunia secara keseluruhan, tetapi juga mempengaruhi kesehatan mental mereka secara signifikan.

Oleh sebab itulah, gen Z pun sering dikenal sebagai generasi yang lebih sensitif dan rentan mengalami gangguan mental.

Lantas, apa alasan gen Z lebih rentan terkena gangguan mental? Simak pada ulasan di bawah ini.  Berikut alasan gen Z lebih rentan terhadap gangguan kesehatan mental.

1. Paparan media sosial

Media sosial menjadi penyebab utama mengapa gen Z rentan terhadap gangguan kesehatan mental. Ini karena gen Z memang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial daripada generasi sebelumnya.

Itulah mengapa, aktivitas ini juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko gangguan mental. Gangguan mental juga terjadi karena akses mudah terhadap konten di media sosial, memungkinkan individu terpapar lebih banyak konten negatif.

Selain itu, kehadiran influencer di media sosial sering kali menyebabkan perbandingan fisik dan sosial yang dapat meningkatkan perasaan rendah diri.

Dampak negatif lainnya meliputi gangguan tidur, cyberbullying, pelecehan online, permasalahan citra tubuh, perilaku makan tidak sehat, fear of missing out (FOMO), dan gejala depresi.

2. Ketidakpastian masa depan

Alasan selanjutnya yang menyebabkan gen Z lebih rentan terkena mental karena ketidakpastian masa depan. Ini karena gen Z tidak hanya menghadapi tantangan dalam isu-isu sosial dan politik, tetapi juga dari perubahan yang cepat dalam masyarakat dan teknologi.

Kemajuan Artificial Intelligence (AI) yang mengancam pekerjaan tradisional dan kesulitan mendapatkan pekerjaan, menambah tekanan psikologis pada mereka yang baru memasuki dunia kerja.

Selain itu, biaya perumahan dan kebutuhan dasar yang semakin melonjak juga menambah beban finansial yang mereka tanggung.

Ketidakpastian akan masa depan dan perubahan konstan ini seringkali memicu stres di kalangan Generasi Z.

3. Memiliki pandangan pesimis terhadap dunia

Ketidakpastian terhadap masa depan juga menyebabkan gen Z memiliki pandangan pesimis terhadap dunia yang menjadi salah satu alasan yang menyebabkan gen Z mudah terkena gangguan menta.

Generasi ini cenderung melihat dunia sebagai tempat yang lebih berbahaya, dibandingkan dengan pandangan generasi sebelumnya yang cenderung lebih positif.

Peristiwa-peristiwa terkini, seperti krisis iklim dan kekerasan yang sering terjadi, membuat Gen Z lebih mudah resah.

Belum lagi, generasi ini juga mengalami masa pandemi COVID-19 pada masa pertumbuhan mereka, sehingga menimbulkan pandangan yang cenderung negatif terhadap masa depan.

4. Terisolasi dari lingkungan

Gen Zmenggunakan internet 10 jam atau lebih setiap hari. Hal ini menyebabkan waktu yang lebih sedikit untuk berinteraksi secara langsung atau tatap muka dengan orang lain di sekitarnya.

Dampaknya adalah meningkatnya perasaan terisolasi dan kesepian di kalangan Generasi Z. Akibatnya, mereka menjadi lebih rentan terhadap gangguan mental.

5. Lebih peduli terhadap isu sosial dan politik

Dikutip dari laman alodokter.com menurut penelitian dari Edelman, sekitar 70% dari Generasi Z di seluruh dunia mengatakan mereka terlibat dalam isu sosial atau politik.

Kepedulian ini sering kali dipicu oleh mudahnya akses mereka terhadap berita terbaru melalui internet. Akan tetapi, hal ini juga membuat Gen Z terpapar secara intensif pada berbagai isu sensitif.

Contohnya seperti perang, kekerasan, konflik politik, rasisme, dan masalah-masalah sosial lainnya yang sering kali belum terselesaikan oleh pemerintah.

Lingkungan politik dan sosial yang tidak stabil dapat memperburuk kecemasan dan juga mendorong pikiran pesimis dari Gen Z.

Nah, itulah beberapa alasan Gen Z lebih rentan terhadap gangguan mental. Apabila kamu mengalami gejala-gejala gangguan kesehatan mental, segera konsultasikan dengan psikiater atau psikolog untuk mendapatkan penanganan profesional.

Saat ini gangguan kesehatan mental menjadi salah satu permasalahan yang harus dihadapi oleh generasi Z (Gen Z).

Bagaimana tidak? Gen Z disebut-sebut lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan. Ada berbagai faktor pemicu contohnya paparan media sosial, hingga ketidakpastian akan masa depan.

Generasi Z adalah istilah untuk menyebut mereka yang lahir di antara tahun 1997 dan 2012. Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi ini tumbuh besar dengan internet sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan.

Perbedaan ini tidak hanya membentuk cara pandang mereka terhadap dunia secara keseluruhan, tetapi juga mempengaruhi kesehatan mental mereka secara signifikan.

Oleh sebab itulah, gen Z pun sering dikenal sebagai generasi yang lebih sensitif dan rentan mengalami gangguan mental.

Lantas, apa alasan gen Z lebih rentan terkena gangguan mental? Simak pada ulasan di bawah ini.  Berikut alasan gen Z lebih rentan terhadap gangguan kesehatan mental.

1. Paparan media sosial

Media sosial menjadi penyebab utama mengapa gen Z rentan terhadap gangguan kesehatan mental. Ini karena gen Z memang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial daripada generasi sebelumnya.

Itulah mengapa, aktivitas ini juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko gangguan mental. Gangguan mental juga terjadi karena akses mudah terhadap konten di media sosial, memungkinkan individu terpapar lebih banyak konten negatif.

Selain itu, kehadiran influencer di media sosial sering kali menyebabkan perbandingan fisik dan sosial yang dapat meningkatkan perasaan rendah diri.

Dampak negatif lainnya meliputi gangguan tidur, cyberbullying, pelecehan online, permasalahan citra tubuh, perilaku makan tidak sehat, fear of missing out (FOMO), dan gejala depresi.

2. Ketidakpastian masa depan

Alasan selanjutnya yang menyebabkan gen Z lebih rentan terkena mental karena ketidakpastian masa depan. Ini karena gen Z tidak hanya menghadapi tantangan dalam isu-isu sosial dan politik, tetapi juga dari perubahan yang cepat dalam masyarakat dan teknologi.

Kemajuan Artificial Intelligence (AI) yang mengancam pekerjaan tradisional dan kesulitan mendapatkan pekerjaan, menambah tekanan psikologis pada mereka yang baru memasuki dunia kerja.

Selain itu, biaya perumahan dan kebutuhan dasar yang semakin melonjak juga menambah beban finansial yang mereka tanggung.

Ketidakpastian akan masa depan dan perubahan konstan ini seringkali memicu stres di kalangan Generasi Z.

3. Memiliki pandangan pesimis terhadap dunia

Ketidakpastian terhadap masa depan juga menyebabkan gen Z memiliki pandangan pesimis terhadap dunia yang menjadi salah satu alasan yang menyebabkan gen Z mudah terkena gangguan menta.

Generasi ini cenderung melihat dunia sebagai tempat yang lebih berbahaya, dibandingkan dengan pandangan generasi sebelumnya yang cenderung lebih positif.

Peristiwa-peristiwa terkini, seperti krisis iklim dan kekerasan yang sering terjadi, membuat Gen Z lebih mudah resah.

Belum lagi, generasi ini juga mengalami masa pandemi COVID-19 pada masa pertumbuhan mereka, sehingga menimbulkan pandangan yang cenderung negatif terhadap masa depan.

4. Terisolasi dari lingkungan

Gen Zmenggunakan internet 10 jam atau lebih setiap hari. Hal ini menyebabkan waktu yang lebih sedikit untuk berinteraksi secara langsung atau tatap muka dengan orang lain di sekitarnya.

Dampaknya adalah meningkatnya perasaan terisolasi dan kesepian di kalangan Generasi Z. Akibatnya, mereka menjadi lebih rentan terhadap gangguan mental.

5. Lebih peduli terhadap isu sosial dan politik

Dikutip dari laman alodokter.com menurut penelitian dari Edelman, sekitar 70% dari Generasi Z di seluruh dunia mengatakan mereka terlibat dalam isu sosial atau politik.

Kepedulian ini sering kali dipicu oleh mudahnya akses mereka terhadap berita terbaru melalui internet. Akan tetapi, hal ini juga membuat Gen Z terpapar secara intensif pada berbagai isu sensitif.

Contohnya seperti perang, kekerasan, konflik politik, rasisme, dan masalah-masalah sosial lainnya yang sering kali belum terselesaikan oleh pemerintah.

Lingkungan politik dan sosial yang tidak stabil dapat memperburuk kecemasan dan juga mendorong pikiran pesimis dari Gen Z.

Nah, itulah beberapa alasan Gen Z lebih rentan terhadap gangguan mental. Apabila kamu mengalami gejala-gejala gangguan kesehatan mental, segera konsultasikan dengan psikiater atau psikolog untuk mendapatkan penanganan profesional.

Tags: alasan gen z mudah kena gangguan mentalgangguan kecemasangejala gangguang mentalgen z mudah kena mentalkesehatan mentallingkungan pertemananpenyebab gangguan mental pada gen z
ShareSendTweet
Fitri Nugroho

Fitri Nugroho

Related Posts

Mengapa Buah Nanas Layak Masuk Menu Harian Anda? Ini Alasannya
Health

Mengapa Buah Nanas Layak Masuk Menu Harian Anda? Ini Alasannya

03/07/2026
Kasus HIV di Kota Bengkulu Capai 1.235 Orang, Dinkes Gencarkan Skrining dan Jamin Kerahasiaan Pasien
Bengkulu Terkini

Kasus HIV di Kota Bengkulu Capai 1.235 Orang, Dinkes Gencarkan Skrining dan Jamin Kerahasiaan Pasien

14/06/2026
Sering Dijadikan Sajian Lezat, Ini Dia 7 Manfaat Daun Singkong untuk Ibu Hamil
Health

Sering Dijadikan Sajian Lezat, Ini Dia 7 Manfaat Daun Singkong untuk Ibu Hamil

19/05/2026
Kenali 8 Tanda Seseorang Mengidap Sifat Narsistik yang Mengganggu
Lifestyle

Kenali 8 Tanda Seseorang Mengidap Sifat Narsistik yang Mengganggu

19/05/2026
Mata Suka Berair? Inilah 6 Penyebab Mata Berair yang Harus Diatasi
Health

Mata Suka Berair? Inilah 6 Penyebab Mata Berair yang Harus Diatasi

19/05/2026
Inilah 8 Sayuran untuk Mengecilkan Perut Buncit, Sehat dan Kaya Akan Nutrisi
Health

Inilah 8 Sayuran untuk Mengecilkan Perut Buncit, Sehat dan Kaya Akan Nutrisi

19/05/2026
Next Post
Menang 3-0 Atas Wolves, Chelsea Naik Ke Posisi Kedua Klasemen Liga Inggris

Menang 3-0 Atas Wolves, Chelsea Naik Ke Posisi Kedua Klasemen Liga Inggris

Nyaris Menang, Arsenal Di Tahan Imbang Sunderland 2-2

Nyaris Menang, Arsenal Di Tahan Imbang Sunderland 2-2

Recommended Stories

Cobain Resep Dimsum yang Enak di Rumah, Praktis Tanpa Ribet

Cobain Resep Dimsum yang Enak di Rumah, Praktis Tanpa Ribet

22/02/2026
Antisipasi Kelelahan, Petugas Siapkan Kursi Roda bagi Jamaah Haji Bengkulu Selatan di Madinah

Antisipasi Kelelahan, Petugas Siapkan Kursi Roda bagi Jamaah Haji Bengkulu Selatan di Madinah

06/05/2026
Korsleting Listrik, Rumah Warga Kaur Ludes Terbakar

Korsleting Listrik, Rumah Warga Kaur Ludes Terbakar

08/06/2026

Popular Stories

  • Hasil Uji Kompetensi Belum Diumumkan, DPRD Bengkulu Selatan Minta Penempatan Pejabat Sesuai Aturan

    Hasil Uji Kompetensi Belum Diumumkan, DPRD Bengkulu Selatan Minta Penempatan Pejabat Sesuai Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Benteng Tangkap Karyawan SPBU, Gelapkan Uang Penjualan BBM Rp 638 Juta Lebih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejari Bengkulu Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Labkesda, Kerugian Negara Rp916 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tidak Isi DRH, 10 PPPK Paruh Waktu Bengkulu Selatan Resmi Mengundurkan Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Benarkah Gaji DPR Naik Jadi 3 Juta Perhari? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Bengkulu Terkini

Bengkuluterkini.id Melengkapi informasi langsung kegenggaman anda. Selalu mengutamakan informasi bermanfaat dan menarik.

Pos-pos Terbaru

  • Dedy Wahyudi Wajibkan Seluruh OPD Aktif di Media Sosial, Aduan Warga Harus Ditindaklanjuti Maksimal 1×24 Jam
  • Bunda PAUD Kota Bengkulu Tinjau MPLS, Tekankan Pentingnya Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
  • Fakta Persidangan, Terdakwa Latifa Akui Ambil Uang Perusahaan Untuk Perawatan Kecantikan Hingga Belanja Online

Kategori

  • Bengkulu Terkini
  • Economy
  • Ekonomi & Bisnis
  • Fiksi
  • Headline
  • Health
  • Hukum dan Kriminal
  • Inspirasi
  • Lifestyle
  • Olahraga & Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Resep Masakan
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025 bengkuluterkini.id - Digital Media Grup.

No Result
View All Result
  • Headline
  • Bengkulu Terkini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga & Otomotif
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2025 bengkuluterkini.id - Digital Media Grup.