“Penandatanganan nota kesepahaman oleh 22 perusahaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Baznas dan dunia usaha semakin solid,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa optimalisasi zakat sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat program kesejahteraan, terutama di tengah keterbatasan fiskal.
“Penghimpunan zakat dari ASN yang sebelumnya sekitar Rp300 juta per bulan kini meningkat hampir menyentuh Rp1 miliar per bulan. Ini capaian luar biasa yang harus terus kita tingkatkan,” ungkap Herwan.
Di kesempatan yang sama, Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menekankan pentingnya tata kelola zakat yang profesional dan transparan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Zakat harus menjadi instrumen strategis dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Kami berharap Bengkulu dapat menjadi contoh nasional dalam pengelolaan zakat yang progresif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, Baznas, dan dunia usaha, Bengkulu optimistis dapat memperluas jangkauan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. (Anggi Pranata)












