– Ekspektoran, yaitu obat yang digunakan untuk batuk berdahak. Obat ini bekerja dengan cara mengencerkan lendir atau dahak, sekaligus mengurangi batuk.
– Antitusif, yaitu obat yang digunakan untuk mengobati batuk kering. Obat batuk antitusif, seperti dextromethorphan, bekerja dengan cara mengurangi rangsangan yang dapat memicu batuk, sehingga frekuensi batuk bisa berkurang.
– Dekongestan, yaitu obat yang digunakan untuk melegakan hidung tersumbat dan meredakan tekanan pada rongga sinus akibat alergi dan pilek. Contoh dari obat ini adalah phenylephrine dan pseudoephedrine.
– Antihistamin, yaitu obat yang digunakan untuk batuk karena alergi, yang disertai gejala bersin, gatal di hidung dan tenggorokan, serta hidung berair. Contoh dari obat ini adalah brompheniramine dan chlorpheniramine.
Jika batuk disebabkan oleh infeksi virus, misalnya pada flu dan ISPA, maka obat antibiotik tidak dibutuhkan. Pemberian antibiotik hanya efektif untuk mengatasi batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Batuk di malam hari memang tak jarang membuat kesal. Namun bersabarlah, karena pada dasarnya, batuk adalah cara tubuh menyingkirkan penyebab batuk itu sendiri. Dengan istirahat yang cukup dan melakukan beberapa tips di atas, batuk di malam hari biasanya akan mereda dalam waktu 1–2 minggu.











