2. Mencegah keparahan gejala asma
Asma merupakan gangguan pernapasan yang terjadi akibat peradangan dan penyempitan saluran napas. Kondisi ini ditandai dengan dada terasa sesak, sulit bernapas, dan mengi. Konsumsi ekstrak kulit bawang diduga dapat mengendalikan berbagai gejala asma di atas agar tidak makin parah. Ini karena kulit bawang memiliki sifat antiradang yang mampu meredakan peradangan, termasuk peradangan yang terjadi di saluran napas.
3. Meredakan radang sendi
Tidak hanya peradangan pada saluran napas, sifat antiradang yang dimiliki oleh kulit bawang juga dapat mengatasi peradangan sendi dengan cara menekan produksi senyawa sitokin. Sitokin merupakan salah satu protein yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Pada kondisi normal, jenis protein ini membantu sistem imun tubuh melawan bakteri atau virus agar tidak menyebabkan infeksi. Namun, jika diproduksi secara berlebihan, sitokin justru dapat memperparah peradangan dalam tubuh, termasuk pada sendi, sehingga orang yang mengalaminya bisa merasa nyeri, panas, dan bengkak di sendi.
4. Mencegah penyakit jantung
Sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa kandungan quercetin di dalam kulit bawang dapat mengurangi kadar gula dan trigliserida di dalam darah. Bila kadar gula darah dan trigliserida sangat tinggi, keduanya bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang dapat memicu terjadinya penyakit kardiovaskular, seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan serangan jantung.












