Penelitian yang terbit di jurnal Journal of the American Heart Association mencatat bahwa perokok yang merokok setelah makan memiliki risiko 25 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan dengan perokok yang tidak melakukannya.
4. Meningkatkan risiko stroke
Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika aliran darah ke otak terhalang atau terputus. Merokok setelah makan dapat meningkatkan risiko stroke, karena dapat menyebabkan penyempitan dan pengerasan pada pembuluh darah.
Penelitian dari jurnal Stroke menunjukkan bahwa perokok yang merokok setelah makan memiliki kemungkinan 20 persen lebih tinggi terkena stroke dibandingkan dengan perokok yang tidak merokok setelah makan.
5. Meningkatkan risiko diabetes tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula dalam darah yang tinggi. Merokok setelah makan dapat meningkatkan kemungkinan diabetes tipe 2, karena dapat merusak sel-sel pankreas yang bertanggung jawab dalam produksi insulin.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care menunjukkan bahwa perokok yang merokok setelah makan memiliki risiko 22 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan non-perokok.
6. Meningkatkan risiko penyakit paru-paru
Merokok setelah makan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit paru-paru, seperti bronkitis kronis dan emfisema. Hal ini disebabkan oleh asap rokok yang dapat mengiritasi serta merusak paru-paru.










