Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet, perokok yang merokok setelah makan memiliki risiko 25 persen lebih tinggi untuk mengalami penyakit paru-paru dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.
7. Meningkatkan risiko kanker paru-paru
Kanker paru-paru adalah jenis kanker yang paling umum di seluruh dunia. Merokok adalah faktor risiko utama untuk kanker paru-paru.
Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Cancer Research menemukan bahwa perokok yang merokok usai makan memiliki kemungkinan 30 persen lebih tinggi terkena kanker paru-paru dibandingkan dengan non-perokok.
8. Menyebabkan kerusakan gigi
Asap dari rokok mengandung zat tar dan nikotin yang bisa membahayakan gigi serta gusi. Menghisap rokok setelah makan dapat meningkatkan kemungkinan kerusakan gigi, karena asam lambung dapat melemahkan lapisan enamel gigi.
Dengan alasan-alasan tersebut, di satu sisi merokok setelah makan dianggap sebagai kebiasaan yang kurang baik untuk kesehatan. Namun, ada juga sudut pandang yang beranggapan bahwa merokok dapat memberikan ketenangan pikiran. Pada akhirnya, semua tergantung pada pilihan masing-masing individu.










