– Tambahkan gula singkong cair secukupnya untuk menetralkan rasa asam.
– Akhiri dengan menambahkan es batu untuk memberikan kesegaran.
“Bunga telang adalah salah satu ciptaan Tuhan yang tumbuh di daerah tropis dan dapat digunakan sebagai indikator pH air dengan mudah,” jelas dr Zaidul Akbar.
Jika air yang dicampur bunga telang memiliki pH netral, warnanya akan tetap biru. Namun, apabila pH air bersifat asam, warnanya akan berubah menjadi merah muda. Jika air bersifat basa, warna air akan beralih menjadi jingga kehijauan.
Selain berfungsi sebagai pewarna alami, bunga telang juga memiliki manfaat kesehatan. Dalam tradisi masyarakat Betawi, bunga telang sering digunakan setelah melahirkan karena diyakini dapat membantu pemulihan tubuh ibu.
“Karena antioksidannya sangat tinggi,” ucap dr Zaidul Akbar.
Sirup alami ini kaya akan vitamin C, terutama dari perasan lemon dan stroberi, yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Di samping itu, stroberi memiliki kandungan antioksidan tinggi yang bermanfaat melawan radikal bebas.
Penggunaan gula singkong dalam resep ini bertujuan untuk menjaga rasa manis tanpa mengubah warna sirup, sehingga tetap tampak menarik dan alami.
“Di bulan Ramadan, kita diajarkan untuk disiplin dalam menjaga pola hidup dan konsumsi makanan yang sehat,” ungkap dr Zaidul Akbar.












