BENGKULUTERKINI.ID – Mobil listrik memiliki banyak peminat pada kalangan pecinta otomotif oleh karena itu saat ini produsen otomotif gencar menghadirkan mobil bertenaga listrik untuk pasar Indonesia.
Meskipun memiliki bentuk yang mirip, mobil listrik memiliki sejumlah perbedaan jika membandingkan dengan mobil bermesin pembakaran internal (ICE) salah satunya adalah penggunaan ban pada mobil.
Pada dasarnya, penggunaan ban pada mobil listrik dan mobil biasa memang tidak terlihat adanya perbedaan.
Namun, kedua komponen ini menjelaskan bahwa di antara keduanya memiliki karakter yang berbeda, sehingga penggunaannya pun berbeda karena beberapa hal.
Perbedaan Ban Mobil Listrik dengan Ban Biasa
Berikut ini merupakan beberapa perbedaan ban mobil listrik dengan ban mobil bermesin pembakaran internal.
1. Lebih Kuat
Mobil listrik terkenal memiliki torsi yang besar dan instan. Agar mampu menyesuaikan torsi yang besar, ban yang menggunakan durabilitas yang lebih kuat ketimbang ban biasa.
2. Menghemat Daya
Mobil listrik memiliki ban khusus yang mengedepankan efisiensi daya. Agar konsumsi daya lebih irit, mobil listrik menggunakan ban dengan jenis Low Rolling Resistance (LRR).
Ban jenis ini memiliki kemampuan gelinding yang lebih baik, pendistribusian tenaga lebih baik, dan mampu menghemat daya.
3. Tingkat Kebisingan Rendah
Salah satu perbedaan ban mobil listrik dengan ban biasa adalah tingkat kebisingan. Mobil listrik memiliki karakter umum yaitu senyap ketika berjalan.
Untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Biasanya, ban mobil listrik menambahkan sealant agar mampu menyerap bising.
4. Grip Tapak Ban yang Lebih Baik
Memiliki rolling resistance rendah berarti gaya gesek yang dihasilkan ban lebih rendah. Sedangkan grip tapak ban mobil yang baik mampu menghasilkan gaya gesek yang besar.
Oleh karena itu, ban mobil listrik memiliki grip yang baik, namun dengan rolling resistance yang lebih rendah.
5. Harga
Ban mobil listrik memiliki harga yang lebih mahal daripada ban mobil biasa karena spesifikasinya terancang khusus untuk jenis kendaraan tersebut. Selain itu, ban mobil listrik juga lebih sulit dijumpai di pasaran karena jumlahnya masih terbatas.
6. Desain
Ban mobil listrik memiliki desain pola tapak atau tread pattern yang berbeda dengan ban mobil biasa agar dapat mengurangi kebisingan dan getaran saat berkendara.
Desain pola tapak adalah bentuk alur-alur pada permukaan ban yang berfungsi untuk mengalirkan air, lumpur, atau salju dari bawah ban.
Itulah perbedaan ban mobil listrik dengan mobil biasa. Dengan melihat perbedaan di atas dapat disimpukan jika penggunaan kualitas ban yang berbeda dengan ban bisa itu guna untuk menghemat daya tahan dan kinerja pada mobil listrik.