BENGKULUTERKINI.ID – Pernah merasa terdorong ikut lari hanya karena melihat teman-teman di media sosial posting hasil lari mereka? Atau merasa “ketinggalan tren” saat semua orang di kantor ikut fun run atau daftar race marathon? Kalau iya, bisa jadi kamu sedang mengalami FOMO (Fear of Missing Out).
Meski sering dianggap negatif karena membuat orang bertindak impulsif, nyatanya dalam konteks olahraga, khususnya lari, FOMO bisa berdampak positif bagi kesehatan fisik dan mental. Kok bisa? Simak penjelasannya berikut ini.
1. FOMO sebagai Pemicu Awal Gaya Hidup Sehat
Tidak semua orang punya motivasi internal yang kuat untuk mulai berolahraga. Kadang, dorongan eksternal seperti melihat teman ikut race atau posting hasil lari di Strava bisa menjadi pemantik yang efektif. Rasa tidak mau tertinggal membuat seseorang akhirnya mencoba — dan dari mencoba, bisa berkembang jadi kebiasaan.
Banyak pelari pemula mengakui bahwa mereka mulai lari karena “ikut-ikutan”, tapi justru berkat itu, mereka menemukan manfaat luar biasa dari aktivitas ini.
2. Meningkatkan Konsistensi lewat Komunitas
FOMO dalam lari sering muncul ketika kita tergabung dalam komunitas atau melihat lingkungan sekitar aktif berolahraga. Ini menciptakan tekanan sosial yang sehat — semacam peer pressure positif. Kita jadi lebih termotivasi untuk rutin lari, menjaga jadwal latihan, dan bahkan ikut event lari agar tidak merasa “tertinggal”.












