BENGKULUTERKINI.ID – Aksi unjuk rasa yang melibatkan ribuan mahasiswa dan komunitas driver ojek online di depan DPRD Provinsi Bengkulu pada Jumat siang, 29 Agustus 2025, berakhir ricuh. Demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB itu mendadak memanas saat massa menjebol pagar besi gedung dewan.
Setelah berhasil menerobos, massa aksi mulai melempari petugas kepolisian yang berjaga. Situasi semakin tidak kondusif saat beberapa oknum membakar ban dan melemparkan benda yang diduga bom molotov atau petasan. Menanggapi eskalasi tersebut, pihak kepolisian mengerahkan mobil water cannon dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Tuntut Kenaikan Tunjangan Hingga Kasus Ojol
Selain menyuarakan ketidakadilan, massa juga menyampaikan delapan poin tuntutan yang tertera dalam spanduk dan orasi. Aksi ini juga menjadi bentuk empati atas tewasnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang terlindas mobil Brimob pada Kamis malam sebelumnya.
Menurut salah satu koordinator aksi, Hidayatullah, mereka menggelar aksi karena para wakil rakyat “tampaknya sedang tidur.”
Berikut adalah poin-poin tuntutan utama para demonstran:
- Penolakan kenaikan tunjangan DPR.
- Peninjauan kembali RUU KUHAP dan UU TNI.
- Pengesahan RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi.
- Pencabutan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran.
- Reformasi kelembagaan Kepolisian terkait tindakan represif aparat.
- Penghentian praktik rangkap jabatan menteri.
- Pengusutan kasus kematian driver ojol.
- Peninjauan dampak sosial-ekonomi dari kenaikan pajak.
(Budhi Sulaksono)