BENGKULUTERKINI.ID – Kol goreng memang jadi salah satu pelengkap favorit di warung atau rumah makan, apalagi saat disajikan bersama ayam goreng dan sambal pedas. Teksturnya yang garing dan rasanya yang gurih bikin siapa pun sulit menolak.
Namun, di balik kenikmatan sederhana itu, kol goreng ternyata menyimpan berbagai bahaya bagi kesehatan yang jarang disadari banyak orang.
Menurut kutipan dari akun tiktok @drkelvincandiago sayur yang dimasak pada suhu tinggi berpotensi kehilagan nutrisi hingga senyawa bioaktifnya, dan yang dikhawatirkan minyak goreng yang digunakan berkali-kali lalu proses penggorengan suhu yang sangat tinggi membuat kandungan gizinya berubah, bahkan bisa memunculkan zat berbahaya bagi tubuh. Berikut penjelasannya.
1. Terbentuknya Zat Karsinogenik (Penyebab Kanker)
Ketika kol digoreng dalam suhu tinggi, terutama hingga gosong, akan terbentuk senyawa bernama akrilamida. Zat ini bersifat karsinogenik, artinya bisa memicu pertumbuhan sel kanker jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang.
2. Hilangnya Nutrisi Penting
Kol sebenarnya kaya akan vitamin C, serat, dan antioksidan. Tapi saat digoreng, sebagian besar nutrisi itu hilang karena rusak oleh panas tinggi. Akibatnya, kol goreng justru hanya menyisakan rasa gurih tanpa manfaat gizi berarti.
3. Dapat Memicu Radang di Tubuh
Kol yang dimasak dengan minyak panas berlebih dapat meningkatkan senyawa radikal bebas. Jika tubuh terlalu sering terpapar radikal bebas, bisa muncul peradangan (inflamasi) yang menjadi pemicu berbagai penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi.
4. Meningkatkan Risiko Kolesterol dan Penyakit Jantung
Kol goreng biasanya dimasak menggunakan minyak jelantah atau minyak yang sudah dipakai berulang kali. Penggunaan minyak tersebut dapat meningkatkan kadar lemak trans, yang bisa menaikkan kolesterol jahat (LDL) dan berisiko menyebabkan penyakit jantung.
5. Menyebabkan Perut Kembung dan Gangguan Pencernaan
Kol mengandung rafinosa, sejenis karbohidrat yang sulit dicerna oleh tubuh. Saat digoreng, struktur seratnya berubah dan bisa menyebabkan gas berlebih di usus, yang memicu perut terasa kembung, mulas, hingga begah setelah makan.
Namun, di balik nikmatnya kol goreng, tersimpan berbagai risiko kesehatan yang patut diwaspadai mulai dari hilangnya nutrisi, peningkatan kolesterol, hingga potensi zat karsinogenik. Karena itu, sebaiknya batasi konsumsi kol goreng dan pilih cara pengolahan yang lebih sehat seperti menumis, merebus, atau mengukus. Dengan begitu, tetap bisa menikmati kelezatan kol tanpa harus mengorbankan kesehatan tubuh.(Indria)












