BENGKULUTERKINI.ID – Pemerintah Kota Bengkulu menggelar rapat pembahasan Bank Tanah bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bengkulu guna membahas pemanfaatan lahan telantar untuk kepentingan umum.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyampaikan bahwa Kota Bengkulu mendapatkan kuota lahan telantar seluas kurang lebih 17 hektare yang akan dikelola melalui mekanisme Bank Tanah dan direncanakan diserahkan kepada Pemerintah Kota Bengkulu.
“Kota Bengkulu mendapat semacam kuota, tanah telantar itu kurang lebih ada 17 hektare. Dari 17 hektare tersebut, insya Allah akan kami manfaatkan untuk kepentingan umum,” ujar Dedy Wahyudi.
Ia menjelaskan, salah satu rencana pemanfaatan lahan tersebut adalah pembangunan fasilitas olahraga berupa grass track atau sirkuit balap. Selain itu, Pemkot Bengkulu juga membuka peluang investasi bagi pihak swasta.
“Kita berencana akan membangun grass track, membangun sirkuit dari area 17 hektare tadi. Mohon doanya, mohon dukungannya. Saat ini kami juga sedang mencari investor, namun masih dalam proses administrasi Bank Tanah bersama BPN,” jelasnya.
Dedy menyebutkan lahan tersebut merupakan **eks PT Has Farm** yang berada di kawasan Bumi Ayu. Sebagian lahan telah ditempati masyarakat, sementara sekitar 17 hektare masih berupa area kosong yang sebelumnya berada dalam status Hak Guna Usaha (HGU).










