BENGKULUTERKINI.ID – Suasana Pasar Bengkulu berubah menjadi lautan manusia saat ribuan warga tumpah ruah mengikuti Festival Yo botoi-botoi. Perayaan budaya ini menghadirkan semangat kebersamaan yang kuat, menyatukan masyarakat, tokoh adat, hingga jajaran pemerintah daerah dalam balutan kearifan lokal pesisir.
Festival Yo botoi-botoi mengangkat filosofi hidup masyarakat nelayan Bengkulu yang menjunjung tinggi nilai gotong royong. Tradisi ini menggambarkan kebersamaan para nelayan saat saling membantu dalam mencari rezeki di laut, sebuah nilai luhur yang masih terjaga hingga kini.
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa festival tersebut bukan hanya sekadar hiburan rakyat, melainkan representasi jati diri masyarakat pesisir Bengkulu. Menurutnya, Yo botoi-botoi adalah cermin budaya yang mengajarkan solidaritas dan kepedulian sosial.
“Tradisi ini menunjukkan bagaimana masyarakat nelayan bekerja bersama, saling membantu, dan berbagi. Nilai seperti inilah yang harus terus kita jaga,” ujar Dedy dalam sambutannya.
Meski tidak dapat hadir secara langsung karena harus mendampingi Gubernur ke Jakarta, Walikota memastikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival.
Ia berharap Yo botoi-botoi dapat terus dikembangkan menjadi agenda tahunan berskala besar yang mampu mendorong pertumbuhan pariwisata Kota Bengkulu.












