BENGKULUTERKINI.ID – Kawasan Wisata Alam Sekunyit (WAS) di KOTA MANNA, Kabupaten Bengkulu Selatan, mendadak ramai didatangi puluhan warga pada Sabtu malam (7/2/2026). Kedatangan massa tersebut bertujuan untuk mendesak penutupan sejumlah cafe remang-remang yang di nilai telah meresahkan masyarakat.
Warga menganggap aktivitas tempat hiburan tersebut telah mencederai fungsi WAS sebagai ruang publik dan destinasi wisata keluarga yang seharusnya aman, nyaman, dan beretika.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut berlangsung damai dan tertib. Perwakilan warga menyatakan bahwa keberadaan cafe remang-remang tidak sejalan dengan peruntukan kawasan wisata yang di canangkan pemerintah daerah.
“Sewajarnya di bubarkan karena sudah meresahkan warga. Kalau bukan warga yang demo, tidak akan pernah di tutup,” tulis salah satu warganet, Melti Juita, melalui akun Facebook-nya yang mencerminkan keresahan serupa di dunia maya.
Aparat kepolisian bersama jajaran pemerintah setempat turun langsung ke lokasi guna memastikan situasi tetap kondusif. Langkah ini di ambil untuk mencegah potensi gangguan keamanan serta memediasi tuntutan warga agar tidak terjadi aksi anarkis.
Masyarakat mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan tidak hanya melakukan penutupan sementara, melainkan penertiban secara menyeluruh dan permanen terhadap usaha-usaha yang menyimpang dari izin peruntukan kawasan wisata.












