BENGKULUTERKINI.ID – Pemerintah Kota Bengkulu mulai tancap gas mendorong digitalisasi layanan publik dengan menerapkan sistem pembayaran non-tunai pada sektor parkir. Langkah awal ini ditandai dengan penunjukan kawasan Belungguk Point sebagai lokasi percontohan penerapan parkir berbasis QRIS.
Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, seusai menghadiri High Level Meeting Evaluasi Kinerja TP2DD Tahun 2025 serta pembahasan Program Digitalisasi Pemerintah Daerah 2026 yang digelar di Hotel Mercure, Selasa (10/2/26).
Menurut Dedy, peralihan dari sistem tunai ke non-tunai merupakan keniscayaan. Meski diakui membutuhkan waktu untuk mengubah kebiasaan masyarakat, langkah ini harus segera dimulai agar Bengkulu tidak tertinggal dari daerah lain.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada sistem lama. Perubahan budaya memang bertahap, tapi kalau tidak dimulai sekarang, kita akan ketinggalan,” ujarnya.
Saat ini, pemerintah kota tengah melakukan sosialisasi sekaligus uji coba di lapangan. Dedy menargetkan sistem parkir digital tersebut sudah dapat diterapkan secara optimal pada pelaksanaan Car Free Night akhir pekan ini.
Dengan sistem baru ini, pengunjung kawasan Belungguk tak perlu lagi membawa uang tunai. Juru parkir akan dilengkapi dengan kode QR yang dapat dipindai langsung menggunakan ponsel pintar untuk melakukan pembayaran.











