BENGKULUTERKINI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan menyiapkan langkah konkret untuk mengembalikan fungsi alami Daerah Aliran Sungai (DAS). Salah satu strategi utama yang akan ditempuh adalah penanaman bambu secara masif di sepanjang aliran sungai sebagai upaya pencegahan banjir dan penahan erosi tanah.
Langkah ini diambil merespons maraknya aktivitas perkebunan, khususnya kelapa sawit, yang mulai merambah wilayah sensitif DAS. Kondisi ini dinilai memperlemah daya serap air tanah dan memicu luapan air sungai saat intensitas hujan tinggi.
Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, menegaskan bahwa penanaman sawit di area DAS merupakan pelanggaran karena mengganggu sistem tata air alami.
“Sawit yang ditanam di kawasan DAS itu tidak boleh. Kami sudah menerima laporan terkait hal tersebut. Ke depan, kami akan lakukan identifikasi lapangan terlebih dahulu untuk menentukan pola penanganan yang tepat,” ujar Rifai kepada awak media, Senin (2/2/2026).
Bambu Sebagai Penahan Alami Sebagai solusi jangka panjang, Rifai memilih tanaman bambu untuk menghijaukan kembali kawasan sungai. Bambu dipilih karena memiliki sistem perakaran serabut yang sangat kuat untuk mengikat tanah di pinggiran sungai (riparian), sehingga efektif mencegah longsor dan abrasi.
“Kami akan memotivasi para Kepala Desa (Kades) agar ada pengadaan bibit bambu untuk ditanam di sepanjang sungai di wilayah masing-masing,” ungkapnya.












