BENGKULUTERKINI.ID – Teh merupakan salah satu minuman yang paling disukai oleh masyarakat Indonesia, baik dalam keadaan hangat maupun dingin. Di bulan Ramadan, segelas teh manis sering menjadi pilihan untuk sahur atau berbuka puasa.
Namun, para ahli gizi merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi teh secara berlebihan, bahkan disarankan untuk tidak meminumnya pada waktu-waktu tertentu selama Ramadan.
Ada beberapa alasan kesehatan yang mendasari anjuran tersebut.
Menghalangi Penyerapan Zat Besi
Teh mengandung tanin, sebuah senyawa alami yang dapat mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh. Padahal, saat berpuasa, tubuh tetap memerlukan asupan zat besi yang cukup untuk mencegah anemia serta menjaga stamina.
Jika teh diminum bersamaan atau beberapa saat setelah sahur atau berbuka, penyerapan zat besi dari makanan bisa berkurang. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengakibatkan tubuh menjadi mudah lemas dan kurang bertenaga.
Menimbulkan Dehidrasi Ringan
Kandungan kafein dalam teh bersifat diuretik ringan, yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Jika diminum saat sahur, kondisi ini meningkatkan risiko kehilangan cairan lebih cepat selama puasa.
Akibatnya, rasa haus dapat muncul lebih awal di siang hari. Oleh karena itu, air putih menjadi pilihan terbaik untuk tetap terhidrasi selama bulan Ramadan.











