BENGKULUTERKINI.ID – Alokasi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi untuk Provinsi Bengkulu pada tahun 2026 resmi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pengurangan terjadi pada dua jenis BBM utama, yakni Pertalite dan Solar.
Berdasarkan data yang dihimpun, kuota Pertalite Bengkulu pada tahun 2025 tercatat sebesar 252.857 kiloliter (KL). Penyalurannya hampir terserap maksimal di seluruh kabupaten/kota, dengan rata-rata realisasi di atas 89 persen.
Namun pada tahun 2026, kuota Pertalite ditetapkan hanya 231.356 KL. Artinya, terjadi penurunan sekitar 8,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal serupa juga terjadi pada BBM jenis Solar. Pada tahun 2025, kuota Solar Bengkulu sebesar 108.191 KL dan tersalurkan optimal. Bahkan di beberapa daerah seperti Bengkulu Tengah dan Lebong, realisasi penyaluran dilaporkan melebihi 100 persen dari kuota yang ditetapkan.
Sementara itu, pada tahun 2026, kuota Solar turun menjadi 96.151 KL atau berkurang sekitar 11,1 persen. Untuk realisasi awal tahun ini, penyaluran masih berada pada kisaran 12 hingga 18 persen, mengingat tahun anggaran masih berjalan.
Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R.A Denny, menjelaskan bahwa penetapan kuota BBM subsidi tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui BPH Migas dan telah melalui evaluasi penggunaan tahun sebelumnya.












