BENGKULUTERKINI.ID – Olahraga lari kini tidak hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari gaya hidup anak muda, khususnya Gen Z di Kota Bengkulu. Bukan hanya soal ketahanan berlari, melainkan juga soal tampilan.
Fenomena ini dikenal dengan sebutan “pelari kalcer”, yaitu pelari yang menjadikan outfit sebagai bagian penting dari identitas dan gaya saat berlari.
Secara teknis, lari tidak membutuhkan perlengkapan yang rumit, cukup sepatu, baju, dan celana lari. Namun, tren pelari kalcer menambah dimensi baru: tampil stylish saat berlari. Outfit lari kini dipandang sebagai representasi diri, bahkan menjadi alasan untuk mengeluarkan biaya besar.
Sepatu lari dengan teknologi terbaru, seperti yang menggunakan plat karbon, bisa mencapai harga Rp2–5 juta dan menjadi incaran banyak pelari.
Fenomena ini semakin kuat dengan adanya budaya street photography di lokasi-lokasi populer, seperti track lari di Pantai Panjang, Kota Bengkulu. Para pelari tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga pada momen untuk berpose dengan outfit terbaik mereka.
“Menurut saya, pakaian lari itu tergantung individu. Ada yang melihatnya sebagai kebutuhan, ada juga yang menjadikannya gengsi atau untuk konten media sosial, dan sekarang sudah banyak produk lokal yang sudah bagus dan terjangkau,” ujar Guslaw, salah satu pelari di Pantai Panjang.












