BENGKULUTERKINI.ID – Tren puasa berselang (intermittent fasting/IF) semakin dikenal sebagai cara diet untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan metabolisme. Metode ini melibatkan pengaturan waktu makan dan puasa, dan dianggap praktis serta efektif bagi banyak orang.
Namun, bagi perempuan, pelaksanaan intermittent fasting perlu dilakukan dengan perhatian ekstra karena terkait erat dengan keseimbangan hormon.
Berbeda dari laki-laki, sistem hormonal perempuan lebih peka terhadap perubahan asupan kalori dan stres metabolik. Jika dilakukan secara berlebihan, puasa yang terlalu ketat dapat memengaruhi siklus menstruasi, meningkatkan hormon stres, dan bahkan menyebabkan gangguan ovulasi.
Agar tetap aman, berikut adalah beberapa saran untuk menjalankan intermittent fasting tanpa memengaruhi hormon perempuan.
1. Hindari Puasa Terlalu Lama pada Awal
Bagi yang baru mencoba, sebaiknya tidak langsung melakukan puasa yang ekstrem seperti 18–20 jam. Mulailah dengan cara yang lebih ringan, seperti berpuasa selama 12–14 jam. Tubuh perlu waktu untuk beradaptasi agar tidak mengalami stres berlebihan yang dapat memengaruhi produksi hormon reproduksi.
2. Jaga Asupan Nutrisi Seimbang
Selama waktu makan, pastikan tubuh menerima cukup protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral. Kekurangan kalori atau nutrisi penting dalam jangka panjang dapat mengganggu kadar hormon estrogen dan progesteron.












