3. Kemudahan Penggunaan di Kondisi Realita
Keduanya punya momen “ajaib” dan momen menyebalkan masing-masing:
– Touch ID Juara dalam kecepatan.
Anda bisa membuka HP bahkan saat masih di dalam saku. Namun, ia akan “menyerah” jika jari Anda basah, berminyak, atau berkeringat.
-Face ID
Menawarkan pengalaman hands-free. Cukup tatap layar, dan kunci terbuka. Hebatnya lagi, ia tetap mengenali Anda meski memakai kacamata atau masker, meski proses pemindaiannya sedikit lebih lambat dibanding sentuhan jari.
4. Potensi Pembobolan dan Keamanan
Aspek keamanan saat kita tidak sadar (tidur) sering menjadi perdebatan:
– Touch ID
Berisiko disalahgunakan jika seseorang menempelkan jari Anda ke sensor saat Anda tertidur. Namun, sidik jari tetap unik bahkan pada anak kembar identik sekalipun.
– Face ID
Lebih aman saat Anda tidur karena sistem membutuhkan “perhatian” (mata harus terbuka). Tantangan terbesarnya? Saudara kembar identik terkadang masih bisa menembus sistem ini.
Mana yang Harus Dipilih?
Secara teknis, Face ID unggul telak dari sisi akurasi dan ketahanan terhadap pemalsuan berkat teknologi pemetaan 3D-nya. Jika keamanan data adalah prioritas mati-matian Anda, Face ID adalah jawabannya. Namun, Touch ID tetap menjadi pilihan yang sangat aman dan praktis bagi mereka yang mengutamakan kecepatan akses.












