Selain personil, Basarnas Bengkulu juga menyertakan sejumlah sarana dan prasarana (Alut dan Palsar) pendukung, meliputi perahu karet (Landing Craft Rubber), peralatan medis, alat komunikasi, serta kendaraan angkut personil untuk memaksimalkan proses evakuasi dan pencarian korban di lokasi bencana.
Setibanya di lokasi, tim Basarnas Bengkulu akan langsung berkoordinasi dengan Posko Utama di Sumatera Barat dan bergabung dengan Tim SAR Gabungan lainnya (TNI, Polri, BPBD, dan Potensi SAR) di bawah kendali operasi Kantor SAR setempat.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan warga. Kami berharap kehadiran tim dari Bengkulu dapat mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban yang mungkin masih di nyatakan hilang,” tutup Muslikun.












