Sehingga, pubertas dini pada anak perempuan bisa dikatakan terjadi pada usia kurang dari 8 tahun. Sementara pada anak laki-laki kurang dari usia 9 tahun.
Penyebab Pubertas Dini pada Anak
Menurut dokter Dinar, secara umum ada 2 faktor yang menjadi penyebab pubertas dini pada anak yakni pada sistem sentral (permasalahan pada sistem saraf pusat) atau sekunder/perifer (tidak terjadi kerusakan di otak, tapi di organ genital bagian dalam. Nah penyebabnya sendiri juga beragam.
Mulai dari, tidak terbentuknya kelenjar, faktor eksogen akibat paparan hormon yang berlebih ataupun akibat penyakit kronis hingga penggunaan obat-obatan tertentu. Aktivitas atau lifestyle anak yang kurang baik, sedikit banyak juga bisa memengaruhi perubahan hormon yang mengakibatkan anak mengalami pubertas dini.
Menurut dokter Dinar, pubertas dini pada anak jelas memiliki dampak yang wajib diwaspadai. Sebagai tambahan informasi, anak-anak biasanya akan mengalami kenaikan tinggi badan sekitar 9 cm per tahun. Ketika mereka mengalami pubertas dini, maka hal ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi badannya.
Jika pada anak perempuan khususnya, biasanya ia akan mengalami pertumbuhan tinggi badan yang stuck dan perawakan yang pendek, dibanding kelompok usianya. Padahal jika ia tidak mengalami pubertas dini, di akhir pubertas bisa kembali tumbuh tinggi beberapa sentimeter lagi.












