Dedy menegaskan bahwa keterbatasan anggaran justru harus menjadi momentum bagi jajaran Pemkot untuk lebih kreatif, efisien, dan tangguh dalam melayani masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga moral kerja ASN.
“Jangan pula karena anggaran berkurang, semua jadi merengut. Tidak boleh begitu. Tetap senyum, tetap semangat, dan saling menguatkan. Kita hadapi ini sama-sama, insyaallah akan segera berlalu,” ujarnya.
Menurut Dedy, strategi pengelolaan keuangan harus dilakukan secara lebih selektif, di mana setiap rupiah harus digunakan untuk hal yang benar-benar bermanfaat. Ia menekankan bahwa efisiensi bukan berarti malas-malasan, melainkan saatnya membuktikan bahwa pelayanan publik di Bengkulu bisa tetap prima meski dalam keterbatasan.(FIRMAN)












