4. Vitamin B
Kepiting juga mengandung banyak vitamin B dan folat. Manfaat nutrisi yang terkandung di dalam daging kepiting ini adalah untuk mencegah cacat lahir, menurunkan risiko preeklamsia, dan membentuk sel darah merah yang dibutuhkan lebih banyak oleh Bumil. Selain beberapa nutrisi di atas, daging kepiting juga mengandung banyak kalsium, zinc, zat besi, vitamin D, dan selenium. Masing-masing nutrisi ini juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan janin di dalam kandungan.
Jadi, Amankah Makan Kepiting Saat Hamil?
Makanan laut, termasuk kepiting, merupakan salah satu sumber nutrisi yang dibutuhkan tubuh selama hamil. Jarang mengonsumsi makanan laut justru bisa menyebabkan tubuh ibu hamil kekurangan nutrisi yang dapat memicu berbagai komplikasi kehamilan, seperti anemia, hipertensi, mudah terkena infeksi, dan risiko bayi terlahir cacat.
Jadi, selama masa mengandung, Bumil tetap bisa mengonsumsi kepiting, kok. Hanya saja, cara penyajiannya harus benar-benar diperhatikan. Kepiting perlu dimasak hingga benar-benar matang. Jika tidak, kuman berbahaya mungkin masih tertinggal di kepiting dan dapat menimbulkan penyakit saat masuk ke dalam tubuh.
Berikut adalah beberapa tips yang perlu Bumil perhatikan dalam mengolah dan mengonsumsi kepiting:
– Pastikan peralatan yang dipakai untuk memasak, seperti pisau, nampan, sampai penggorengan, telah dicuci hingga bersih.
– Jika tidak ingin dimasak semua, simpan kepiting yang masih mentah dalam lemari es dengan suhu maksimal 4 derajat Celsius. Jika ingin disimpan lebih lama, masukkan kepiting ke dalam freezer.
– Pastikan kepiting telah dimasak hingga warnanya memerah matang.
– Pastikan selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan.
– Hindari mengonsumsi kepiting matang yang telah didiamkan selama lebih dari 2 jam dalam suhu ruangan.












