<strong>BENGKULUTERKINI.ID</strong> - Pernah nggak sih kamu merasa capek padahal nggak ngapa-ngapain secara fisik? Badan lemas, mood nggak karuan, dan kepala rasanya penuh sesak. Bisa jadi itu bukan karena kurang tidur atau kelelahan kerja, tapi karena satu hal yang diam-diam menyita banyak energi. Overthinking atau terlalu banyak mikir sering kali muncul saat kita merasa khawatir, tidak percaya diri, atau sedang menghadapi situasi yang belum jelas. Pada awalnya cuma mikir sebentar, namun seiring waktu, hal itu bisa membuat kamu tenggelam dalam kekhawatiran yang nggak ada ujungnya. Nah, biar kamu nggak terus-terusan kehabisan energi gara-gara overthinking, yuk simak beberapa solusi praktis yang bisa kamu coba mulai hari ini juga!<!--nextpage--> <strong>1. Sadari Dulu Kalau Kamu Lagi Overthinking</strong><!--more--> Langkah pertama yang penting: kenali dulu tanda-tandanya. Kalau kamu merasa pikiranmu muter-muter di tempat yang sama, mengulang skenario yang belum tentu terjadi, atau sulit fokus pada hal lain, itu tanda kamu lagi overthinking. Kesadaran diri (self-awareness) adalah kunci awal buat mengatasinya. <strong>2. Tulis Semua yang Kamu Pikirkan</strong> Kadang kepala kita penuh karena terlalu banyak pikiran yang numpuk. Coba ambil buku catatan atau aplikasi notes di HP, lalu tulis semua hal yang bikin kamu gelisah. Dengan menulis, kamu "memindahkan" beban dari pikiran ke atas kertas, dan itu bisa bikin hati lebih lega.<!--nextpage--> <strong>3. Alihkan Fokus ke Aktivitas yang Produktif atau Menyenangkan</strong> Daripada terus mikir hal yang belum tentu terjadi, alihkan energi ke aktivitas yang bisa bikin kamu merasa lebih baik. Misalnya: <ul> <li>Jalan kaki sebentar</li> <li>Mendengarkan musik</li> <li>Merapikan kamar</li> <li>Masak makanan favorit</li> <li>Nonton film ringan</li> </ul> Intinya, jangan biarkan pikiran kosong terlalu lama karena itu jadi ruang yang nyaman buat overthinking berkembang. <strong>4. Tantang Pikiran Negatifmu</strong> Coba tanya ke diri sendiri: <ul> <li>"Apa buktinya pikiran ini benar?"</li> <li>"Apa hal terburuk yang mungkin terjadi, dan seberapa besar kemungkinan itu benar-benar terjadi?"</li> </ul> Kadang overthinking muncul dari asumsi yang nggak realistis. Melatih diri buat berpikir kritis terhadap isi kepala sendiri bisa membantu kamu lebih objektif.<!--nextpage--> <strong>5. Bernafas Dalam dan Perlahan</strong> Kedengerannya sepele, tapi teknik pernapasan bisa sangat membantu menenangkan sistem saraf saat kamu mulai panik atau overthinking. Coba cara ini: Tarik napas dalam 4 hitungan → Tahan 4 detik → Hembuskan 4 detik → Ulangi 4–5 kali. Metode ini dikenal sebagai box breathing, dan efektif untuk menurunkan stres. <strong>6. Batasi Waktu untuk “Mikir”</strong> Kalau kamu memang perlu memikirkan suatu masalah, kasih batas waktu. Misalnya, tentukan 10–15 menit khusus untuk overthinking. Setelah itu, alihkan perhatian dan jangan lanjutkan. Ini mengajarkan otak untuk tidak terjebak terlalu lama di pikiran yang sama.<!--nextpage--> <strong>7. Ngobrol Sama Orang Terpercaya</strong> Kadang kita cuma butuh didengar. Ceritakan apa yang kamu rasakan ke teman dekat, pasangan, atau keluarga. Bisa juga ke psikolog kalau kamu merasa overthinking sudah mengganggu keseharian. Bicara bisa jadi bentuk “melepaskan” tekanan yang kamu simpan sendiri. Overthinking itu wajar dan manusiawi. Tapi kalau dibiarkan terus-menerus, bisa menyita energi emosional, mengganggu tidur, bahkan berdampak ke kesehatan mental. Ingat, kamu berhak merasa tenang. Meskipun kamu nggak harus tahu semua jawaban sekarang, satu langkah kecil saja sudah cukup untuk mulai merasa lebih ringan.<!--nextpage--> Oleh karena itu, mulai dari sekarang, pilihlah untuk menjaga energimu dan jangan biarkan overthinking menguras habis semangat hidupmu.