Masih kata Tri, BMKG memantau keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudera Hindia barat daya Bengkulu.
Fenomena ini memicu pertemuan massa udara (konfluensi) dan belokan angin di wilayah Bengkulu.
Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta kondisi suhu muka laut yang hangat di kisaran 29–30°C, turut memperkuat pembentukan awan hujan.
“Dengan kondisi IOD negatif yang masih berlangsung serta kelembapan udara yang tinggi pada semua lapisan atmosfer, Bengkulu akan menerima tambahan pasokan uap air. Ini memicu terbentuknya awan-awan hujan, terutama di wilayah pesisir barat,” ungkapnya.












