<strong>BENGKULUTERKINI.ID -</strong> Biang keringat sering kali dialami anak-anak, kenapa hal tersebut bisa terjadi? Kondisi ini terjadi karena kelenjar keringat mereka yang belum sepenuhnya berkembang. Jika ruangan panas dan lembab, kelenjar tersebut dapat tersumbat dengan mudah dan menimbulkan bintik-bintik merah. Biang keringat bayi ditandai dengan bintik merah kecil pada kulit terutama saat cuaca panas. Kondisi ini tentunya dapat memperburuk kondisi biang keringat. Tapi Anda tidak perlu khawatir, ada beberapa cara mudah untuk mengatasi dan mencegah timbulnya ruam pada bayi dan anak. Sebelum mengetahui bagaimana cara mengatasi dan mencegah biang keringat pada anak, ada beberapa jenis biang keringat yang perlu kamu ketahui, berikut di antaranya.<!--nextpage--> 1. Kristalina: Biang keringat ini merupakan jenis paling ringan. Biasanya, lenting berair ini dapat pecah sendiri dan tidak menimbulkan bekas pada kulit bayi. 2. Rubra: Biang keringat jenis ini biasanya berwarna merah karena menunjukkan adanya peradangan. Ini jenis biang keringat dengan level menengah. 3. Profunda: Briang keringat jenis ini merupakan biang keringat paling berat. Tidak berwarna merah, biang keringat ini justru berwarna putih dan teksturnya keras jika diraba. Adapun cara mengatasi biang keringat pada anak dan bayi adalah sebagai berikut. 1. Tempatkan Bayi di Ruangan Sejuk Untuk pertolongan pertama dalam menangani biang keringat pada bayi, segera tempatkan si kecil di ruangan yang sejuk. Ruangan yang panas dapat memicu keringat dan menghambat kelenjar keringat.<!--nextpage--> Perhatikan juga tanda-tanda lain seperti pipi bayi yang mulai memerah. Hal ini mungkin menandai bahwa si kecil mulai terasa panas. Salah satu cara mencegah biang keringat pada bayi adalah dengan sering mengecek suhu tubuh si kecil, terutama saat di luar rumah dengan thermometer. 2. Hindari Paparan Sinar Matahari Terlalu Lama Saat mengalami biang keringat sebaiknya saat menjemur si kecil tidak perlu terlalu lama. Meski, tidak ada salahnya membiarkan anak di bawah sinar matahari. Namun, pastikan jangan terlalu lama juga ya. Tambahkan sela-sela waktu teduh saat berada di luar. Bayi umumnya merasakan panas jauh lebih cepat dibandingkan orang dewasa.<!--nextpage--> Kulit mereka yang cenderung sensitif juga mudah terkena sunburn. Terlalu lama di bawah terik matahari juga bisa memicu penyakit granuloma annulare. 3. Pastikan Kulit Bayi Kering Saat si kecil mengalami biang keringat, sebaiknya selalu perhatikan kelembapan kulit si kecil. Pastikan kulit benar-benar kering sebelum mengenakan diaper atau popok. Perhatikan bagian lipatan kulit seperti leher, tangan, dan kaki yang seringkali terlupakan. Jangan lupa menggunakan popok terbuat dari katun yang berkualitas agar keringat bisa diserap dan menghindari ruam pada kulit. 4. Mandikan dengan Air Dingin Bintik merah akibat biang keringat dapat diatasi dengan memandikan si kecil menggunakan air dingin. Pastikan suhu air tetap nyaman untuk bayi.<!--nextpage--> Untuk bintik-bintik besar, mandikan bayi dengan air dingin tanpa sabun selama 10 menit dan biarkan kering di udara. Lakukan proses ini minimum 3 kali sehari. Untuk biang keringat kecil-kecil, cukup celupkan handuk bersih dengan air dingin dan letakkan di area kulit bintik pada bayi. Taruh selama 5 hingga 10 menit dan biarkan kering di udara. 5. Hindari Pakaian Ketat Pada Bayi Pakaian ketat dapat memicu biang keringat pada kulit bayi. Selain itu, pakaian ketat lebih mudah tergesek pada kulit dan menimbulkan iritasi pada biang keringat bayi. Pastikan si kecil mengenakan pakaian yang ringan dan longgar yang lembut dan membuat kulit lebih mudah bernapas. Kamu juga bisa melepaskan baju bayi untuk sementara agar membantu menurunkan suhu tubuh.<!--nextpage--> 6. Perhatikan Penggunaan Lotion dan Krim Baby lotion sering digunakan untuk melembabkan kulit bayi yang kering dan gatal. Tapi banyak lotion yang dapat memperburuk situasi biang keringat dan menyumbat kelenjar keringat. Sebaiknya, hanya menggunakan lotion dengan bahan calamine untuk mengatasi ruam yang gatal. Salah satu merk populer adalah Caladine. 7. Berikan Asupan Cairan yang Cukup Ruam pada bayi bisa menimbulkan masalah dehidrasi. Ada kemungkinan banyak cairan yang terperangkap di dalam pori-pori kulit. Selain itu, tubuh si kecil sedang berusaha keras melawan kondisi biang keringat. Karena itu, tetaplah rutin memberikan ASI atau susu formula pada bayi. Jangan lupa juga berikan air putih yang cukup pada anak berusia 6 bulan ke atas.<!--nextpage--> Cara mengatasi biang keringat di atas bisa kamu coba, semoga dapat membantu.